Ke
mana anakku sekolah? Sulit amat menjawabnya. Padahal kemarin buat tulisan Daftarkan Anak Ibu Bersekolah Di Sini sangat mudah. Ternyata hanya teori, praktiknya
bingung sendiri.
Mau
lihat kualifikasi guru sama saja hanya tamat SMA, belum ada yang berlatar
belakang PGTK. Mau lihat pelatihan guru-guru juga sama minimnya. Mau lihat
sarana dan prasarana sama saja. Mau lihat kurikulum sama saja. Mereka paksakan
TK harus bisa baca tulis padahal TK adalah masa bermain, bersosial,
berteman, berkreativitas, berekspolarasi, bertemu dengan
kesenangan-kesenangan baru. Mau lihat karakter sama saja walau yang satu
berbasiskan kerohanian itu tidak menjamin. Mau lihat biaya beda tipis.
Aku
harus berdoa, selektif dan serius memilih sekolah anak. Jangan sampai salah.
Sekolah yang salah bisa juga membunuh karakter asli anak. Tidak semua sekolah
itu baik. Bukannya menemukan dan mengembangkan dirinya, sekolah lebih banyak
menjadikan anak makluk asing, tidak mendarat dengan dirinya, keluarganya dan
sekolahnya. Sekolah menjadikan dia terasing. Sekolah menjadikan malas belajar,
seharusnya belajar adalah kegiatan menyenangkan.






