Minyeuk Pret : Parfum Istimewa dari Daerah
Istimewa
Masih terang dalam ingatan sekolah dasar (SD) saya bagaimana kami harus
menghapal 27 nama provinsi beserta ibukotanya dalam pelajaran IPS. Tidak boleh
salah dalam penyebutan dua provinsi yang berlabel khusus atau istimewa. Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi istimewa karena sistem pemerintahan kesultanannya dan
Daerah Istimewa Aceh yang kala itu saya belum tahu atau memang lupa mengapa menjadi
daerah istimewa. Apakah hanya karena daerah kerajaan atau ada yang lain yang
menjadikannya begitu istimewa.
Semasa SMP-SMA, pemahaman istimewa terhadap Aceh bertambah dari berita atau cerita orang-orang sekitar bahwa Aceh merupakan
daerah operasi milter (dom) dan daerah di mana Cannabis Sativa tumbuh subur di
hutan-hutannya serta mayoritas
muslim yang khas sehingga disebut Serambi Mekah. Masa kuliah, Aceh menjadi
sangat terkenal di daerah Padang Bulan dan Pancing Medan karena warung mie
acehnya dan warung kopi acehnya. Rasanya tidak afdol bila tak mencicipi
mie aceh saat kiriman bulanan sudah tiba.
Masa kuliah pascasarjana ini juga menjadi istimewa karena saya punya
kesempatan istimewa mengenal lebih jauh lagi mengenai Aceh benar-benar menjadi
daerah istimewa. Yang pertama, saya punya kesempatan berteman dengan berbagai
teman-teman dari berbagai penjuru negeri Aceh. Ada yang dari Jambo Aye, Sama Dua, Tanah Luas, Takengon, Lhokseumawe, Langsa, Pasie Raja, Singkil dan lain-lain. Bayangkan dari 40-an mahasiswa
pascarjana program beasiswa peningkatan kualifikasi guru untuk daerah se-Sumbagut, lebih
dari setengahnya berasal dari Aceh. Konon, katanya Aceh dalam masa pembangunan
pendidikan. Jadi, banyak memberi kesempatan beasiswa S2 untuk putra-putri
terbaik mereka. Yang kedua dari hasil diskusi perkuliahan di kelas, bagaimana Aceh benar-benar masa pembangunan pendidikan, terlebih setelah badai Tsunami 2005
yang lalu. Yang ketiga dari hasil kebersamaan dan juga obrolan di grup, saya
jadi tahu destinasi wisata luar biasa di Aceh. Seringkali dimunculkan dalam
wacana kita akan outbound ke sana walau masih belum sempat direalisasikan. Ada Nol Kilometer. Ada Museum Tsunami. Ada Danau Laut Tawar dan masih banyak lagi. Bahkan yang berikutnya adalah keistimewaan kekayaan alamnya. Selain kopi
ternyata ada juga hasil alam yang terkenal yaitu nilam. Nilam Aceh merupakan
nilam terbaik di dunia, nilam ini tidak bisa disentetis atau dibuat menyerupai,
dan ratusan tahun diekspor ke Perancis untuk bahan pembuatan parfum. Selain
itu, 60 persen bahan baku untuk pembuatan parfum bahan bakunya dari Indonesia
khususnya dari Aceh.
Bertolak dari latar itulah, sejak 1 April 2015, sekelompok anak muda
merintis sebuah produk dengan merek terdaftar “Minyeuk Pret”. Keunggulan
Minyeuk Pret ini merupakan brand parfum original Aceh yang mengangkat konten-konten
lokal serta kandungan bahan baku yang bersumber dari tanah Aceh dengan
menggunakan minyak nilam dari pantai barat selatan Aceh. Minyak wangi produk
Aceh diharapkan menjadi lokomotif perusahaan parfum nasional yang
memperkenalkan aroma Aceh untuk dunia.
Parfum dengan model spray ini berisi 30 mili liter dan dibanderol Rp
110.000 per botol untuk wilayah Banda Aceh. Segmen pasarnya merupakan kalangan
menengah ke atas. Selain itu, juga dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan
mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke Aceh.
Ada tiga varian Minyeuk Pret ini yaitu
1. Coffe
Semangat heroik berbalutkan maskulinitas dan kemapanan seorang pria modern dengan aroma seduhan kopi murni tanah Aceh pada tingkat ketenangan tertinggi.
2. Seulanga
"Bunganya para bunga", eksotisme, keanggunan yang menyatu pada keharuman sempurna. Semerbak bunga khas Aceh dan kesegaran abad pertengahan.
3. Meulu
Kesucian aroma Meulu, mengalunkan deburan ombak senja hari. Memikat, memesona, menghadirkan kesan feminisme yang mewah dan bernuansakan putih elegan.
Ada juga yang terbaru seperti yang diinformasikan di Serambi Indonesia, yaitu Jeumpa yang merupakan bunga iconnya Aceh dan Espreso yang pada awalnya merupakan permintaan para pejabat Aceh.
Minyeuk Pret ini dapat diperoleh di Jalan Wedana, No.104, Lam Ara-Keutapang Dua, Kec. Banda Raya, Banda Aceh. Bisa juga didapatkan melalui website http://www.minyeukpret.com/, di situs ini pelanggan juga dilayani dengan berbagai informasi terkini tentang fashion, grooming, lifestyle, dan pastinya tips seputar parfum. Misalnya, bagaimana memakai parfum atau menjaga ketahanan aroma parfum. Yang menarik juga adalah kreativitas marketingnya, dalam rangka milad yang kedua mereka mengadakan lomba blog dan tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog tersebut.
Minyeuk Pret ini juga dapat diperoleh di PLTD Apung, Museum Tsunami serta toko suvenir lainnya di Banda Aceh. Seperti Pusaka Souvenir Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 78 Peunayong, Banda Aceh (Samping BRI Cabang Peunayong)065132988 0852 7763 9620, Canting Batik Jl. Mr. Dr. Mohd Hasan, Batoh 0852 7754 4192, Piyoh Ulee Kareng Ulee Kareng, samping Solong Ayah, Simpang 7, Ulee Kareng 0813 6012 3093.
Minyeuk Pret ini juga dapat diperoleh di PLTD Apung, Museum Tsunami serta toko suvenir lainnya di Banda Aceh. Seperti Pusaka Souvenir Jl. Sri Ratu Safiatuddin No. 78 Peunayong, Banda Aceh (Samping BRI Cabang Peunayong)065132988 0852 7763 9620, Canting Batik Jl. Mr. Dr. Mohd Hasan, Batoh 0852 7754 4192, Piyoh Ulee Kareng Ulee Kareng, samping Solong Ayah, Simpang 7, Ulee Kareng 0813 6012 3093.
Jadi, mari menikmati sensasi parfum istimewa dari daerah istimewa ini.










