![]() |
| SEHAT TUBUH DAN SEHAT AKAL BUDINYA |
“Ha...ha.., Percumalah ayah S2,
anaknya tak dapat juara”, Ledek kakak ipar terhadap putriku yang baru naik
kelas.
“Percumalah ayah ibunya guru,
anaknya tak dapat rangking”, ejek keponakan kami saat kumpul keluarga di
masa liburan naik kelas kemarin.
Sempat juga telinga ini memerah tetapi hal ini menjadi pengingat dan
evaluasi apa sebenarnya orientasi kami terhadap pendidikan mereka. Wajar saja
kakak ipar, keponakan bahkan orang tua pada umumnya menganggap rangking kelas
adalah ukuran kecerdasan anak dan tingkat kecerdasan anak adalah ukuran
kesuksesan orang tua.
Padahal sejatinya cerdas adalah
sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat dan kuat),
sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir dan mengerti (KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Jadi, cerdas meliputi dua aspek, tubuh
dan akal budi. Setiap anak berakal budi pastilah anak cerdas. Cerdas dalam
kecerdasan masing-masing. Ada cerdas linguistik, logika, intrapersonal, interpersonal, musikal, spasial, kinetik, naturalis menurut Howard Gardner dalam teori kecerdasan gandanya. Kecerdasan bukan hanya diukur oleh iq semata dan inilah yang
melatarbelakangi diberlakukannya Kurikulum 2013 yang tahun ini harus sudah
dipakai semua sekolah di Indonesia. K13 menekankan penilaian holistik meliputi
penilain spritual, sosial, kognitif dan psikomotoriknya.
Sayangnya banyak
sekolah yang gagal memahami ini. Terlebih sekolah yang berorientasi bisnis sehingga
saat seorang anak tidak mengikuti les tambahan sore hari dianggap tidak mampu
dan sepakat memberi diskon separuh harga. Bahkan orang tua pun protes kepada
gurunya “Sudah bayar uang les mahal tapi
tidak ada PR”. Les tambahan hanya untuk mengerjakan PR.
Hal yang menjadi prioritas bagi anak-anak kami adalah :
1. Kecerdasan Spritual
Mengajarkan anak mengenal dan bergantung sepenuhnya pada penciptaNya.
Bisa dalam bentuk ibadah keluarga
minimal sekali seminggu. Terkadang tidak sampai setengah jam tetapi bersama
menyembah, membaca Firman dan berdoa bergantian. Ini juga salah satu cara
mendidik anak-anak mengenal Allah yang benar. Jangan sampai kelak anak kita
hanya sekedar beragama sehingga gampang terhasut ajaran radikal atau aliran
sesat lainnya.
Pernah saat menonton televisi, putri pertama kami yang tujuh tahun berkomentar, “Ayah, Allah mereka baik kali, setiap kali ada
masalah, mereka berdoa langsung dijawab Allah mereka”. Nah, ini menjadi tugas
orang tua menjelaskan Allah dalam sinetron dan Allah yang benar dalam kitab
suci.
2.
Kecerdasan Emosional
Anak yang bahagia akan sehat. Anak yang bahagia sejak kecilnya akan
sanggup bertahan terhadap kesukaran saat dewasanya. Maka suami sering
megingatkan saya kala suara saya lebih sering meninggi, “Mereka anak perempuan lho, jangan sampai mereka tidak nyaman curhat
dengan mamanya”. Jadi, daripada bertanya berapa nilai ulanganmu saat pulang
sekolah, lebih baik bertanya apa kata gurumu tentang rambutmu nak. Pertanyaan
ini juga cara memancing anak mau bercerita dan terbuka terhadap mamanya.
3.
Menggali kecerdasan majemuk lainnya
Putriku kedua kami yang berusia lima tahun sangat suka memanjat apa saja
seperti laki-laki. Kursi tamu dipanjat, tempat tidur dinaiki, meja makan
diduduki. Belum lagi bila jumpa anak lelaki sebayanya pasti akan diajak
bergelut dan bergulat berguling-guling. Habis akal untuk mengingatkannya sampai
pada suatu hari kami terkejut dia bisa split seperti ini gambar di bawah ini.
![]() |
| GAYA SPLIT |
Oh.. iya, satu lagi , cerdas itu juga menyangkut pertumbuhan tubuhnya.
Jadi, jangan lupa juga mendukung kecerdasan tubuhnya melalui makanan bergizi (masalah makan sayur masih harus belajar dan
bekerja keras nih..), istirahat yang
cukup, (yang ini wajib bagi kedua putri kami), bermain (Bermain berarti menggerakkan tubuhnya untuk aktif. Walau
kadang permainan mereka membuat patah pinggang emaknya. Bagaimana tidak, ruang
tamu disulap mereka menjadi istana boneka-boneka mereka. Isi rak piring emak
bersanding dengan permainan alat masakan mereka), dan jangan lupa memberikan suplemen vitamin seperti Cerebrofort.
Cerebrofort adalah multivitamin lengkap untuk mendukung kecerdasan, nafsu makan dan
pertumbuhan anak. Hal ini karena Cerebrofort
mengandung Complete Formula yaitu
: AA, DHA, EPA , L-GLutamic Acid dan folic acid yang penting untuk meningkatkan
perkembangan otak anak. Multivitamin yaitu
vitamin B Kompleks, Vit A, Vit D dan Vit C yang berguna untuk
meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan mata, meningkatkan pertumbuhan
tulang dan gigi dan meningkatkan daya tahan tubuh serta mengandung Lysin dan
biotin yang berguna untuk meningkatkan nafsu makan anak dan juga meningkatkan
metabolisme sehingga gizi anak tetap terjaga.
Jadi, mari mencerdaskan anak dengan mencerdaskan tubuhnya dan akal
budinya.








