Curhatan Bunda

Jumat, 13 Juli 2018

ANAK CERDAS ITU SEHAT TUBUH DAN SEHAT AKAL BUDI

SEHAT TUBUH DAN SEHAT AKAL BUDINYA


“Ha...ha.., Percumalah ayah S2, anaknya tak dapat juara”, Ledek kakak ipar terhadap putriku yang baru naik kelas.

“Percumalah ayah ibunya guru, anaknya tak dapat rangking”, ejek keponakan kami saat kumpul keluarga di masa liburan naik kelas kemarin.

Sempat juga telinga ini memerah tetapi hal ini menjadi pengingat dan evaluasi apa sebenarnya orientasi kami terhadap pendidikan mereka. Wajar saja kakak ipar, keponakan bahkan orang tua pada umumnya menganggap rangking kelas adalah ukuran kecerdasan anak dan tingkat kecerdasan anak adalah ukuran kesuksesan orang tua.

Padahal sejatinya cerdas adalah sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat dan kuat),  sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir dan mengerti (KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jadi,  cerdas meliputi dua aspek, tubuh dan akal budi. Setiap anak berakal budi pastilah anak cerdas. Cerdas dalam kecerdasan masing-masing. Ada cerdas linguistik, logika, intrapersonal, interpersonal, musikal, spasial, kinetik, naturalis menurut Howard Gardner dalam teori kecerdasan gandanya. Kecerdasan bukan hanya diukur oleh iq semata dan inilah yang melatarbelakangi diberlakukannya Kurikulum 2013 yang tahun ini harus sudah dipakai semua sekolah di Indonesia. K13 menekankan penilaian holistik meliputi penilain spritual, sosial, kognitif dan psikomotoriknya.
 Sayangnya banyak sekolah yang gagal memahami ini. Terlebih sekolah yang berorientasi bisnis sehingga saat seorang anak tidak mengikuti les tambahan sore hari dianggap tidak mampu dan sepakat memberi diskon separuh harga. Bahkan orang tua pun protes kepada gurunya “Sudah bayar uang les mahal tapi tidak ada PR”. Les tambahan hanya untuk mengerjakan PR.
Hal yang menjadi prioritas bagi anak-anak kami adalah :
1. Kecerdasan Spritual
Mengajarkan anak mengenal dan bergantung sepenuhnya pada penciptaNya. Bisa dalam bentuk  ibadah keluarga minimal sekali seminggu. Terkadang tidak sampai setengah jam tetapi bersama menyembah, membaca Firman dan berdoa bergantian. Ini juga salah satu cara mendidik anak-anak mengenal Allah yang benar. Jangan sampai kelak anak kita hanya sekedar beragama sehingga gampang terhasut ajaran radikal atau aliran sesat lainnya.

Pernah saat menonton televisi, putri pertama kami  yang tujuh tahun berkomentar,  “Ayah, Allah mereka baik kali, setiap kali ada masalah, mereka berdoa langsung dijawab Allah mereka”. Nah, ini menjadi tugas orang tua menjelaskan Allah dalam sinetron dan Allah yang benar dalam kitab suci.

2.    Kecerdasan Emosional
Anak yang bahagia akan sehat. Anak yang bahagia sejak kecilnya akan sanggup bertahan terhadap kesukaran saat dewasanya. Maka suami sering megingatkan saya kala suara saya lebih sering meninggi, “Mereka anak perempuan lho, jangan sampai mereka tidak nyaman curhat dengan mamanya”. Jadi, daripada bertanya berapa nilai ulanganmu saat pulang sekolah, lebih baik bertanya apa kata gurumu tentang rambutmu nak. Pertanyaan ini juga cara memancing anak mau bercerita dan terbuka terhadap mamanya.

3.    Menggali kecerdasan majemuk lainnya
Putriku kedua kami yang berusia lima tahun sangat suka memanjat apa saja seperti laki-laki. Kursi tamu dipanjat, tempat tidur dinaiki, meja makan diduduki. Belum lagi bila jumpa anak lelaki sebayanya pasti akan diajak bergelut dan bergulat berguling-guling. Habis akal untuk mengingatkannya sampai pada suatu hari kami terkejut dia bisa split seperti ini gambar di bawah ini.

GAYA SPLIT

Wah, ternyata anakku ini punya kecerdasan kinetik dan andai saja ada sanggar balet di kota kami akan segera kudaftarkan ke sana. Kami tinggal di kota yang kecil. Belum ada di sini psikolog atau lembaga yang dapat membantu orang tua menggali kecerdasan anak-anak. Bahkan kursus ataupun sejenisnya untuk membantu mengembangkan kecerdasan anak juga masih kurang. Semacam les menari atau les menggambar. Jadi, kami harus pelan-pelan mengamati dan mendukungnya.

Oh.. iya, satu lagi , cerdas itu juga menyangkut pertumbuhan tubuhnya. Jadi, jangan lupa juga mendukung kecerdasan tubuhnya melalui makanan bergizi  (masalah makan sayur masih harus belajar dan bekerja keras nih..), istirahat yang cukup, (yang ini wajib bagi kedua putri kami), bermain (Bermain berarti menggerakkan tubuhnya untuk aktif. Walau kadang permainan mereka membuat patah pinggang emaknya. Bagaimana tidak, ruang tamu disulap mereka menjadi istana boneka-boneka mereka. Isi rak piring emak bersanding dengan permainan alat masakan mereka), dan jangan lupa memberikan suplemen vitamin seperti Cerebrofort.

Cerebrofort adalah multivitamin lengkap untuk mendukung kecerdasan, nafsu makan dan pertumbuhan anak. Hal ini karena Cerebrofort  mengandung  Complete Formula yaitu : AA, DHA, EPA , L-GLutamic Acid dan folic acid yang penting untuk meningkatkan perkembangan otak anak. Multivitamin yaitu  vitamin B Kompleks, Vit A, Vit D dan Vit C yang berguna untuk meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan mata, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi dan meningkatkan daya tahan tubuh serta mengandung Lysin dan biotin yang berguna untuk meningkatkan nafsu makan anak dan juga meningkatkan metabolisme sehingga gizi anak tetap terjaga.

Jadi, mari mencerdaskan anak dengan mencerdaskan tubuhnya dan akal budinya.