![]() |
| Asus Biruku |
Setelah mantap dengan putusanku, maka aku pun bergerak ke kawasan Merak Jingga, Medan, sebuah kawasan penjualan laptop terbesar dan termurah di kota ini. Setiap toko yang kami lewati pasti memajang merek pilihanku ini di gerai depan toko mereka. Maka dengan mantap kuminta , “Ka, lihat notebook Asuslah!”.
Aku pilih notebook Asus yang ringan, tipis, kecil dan portable sesuai kebutuhanku sebagai mahasiswa pascasarjana tiga tahun lalu. Aku harus mobile antara Medan dan Rantauprapat, sebuah kota kecil yang berjarak enam jam via kereta api. Jadi, notebook tidak akan ‘makan tempat’ di tas ranselku. Notebook ini cukup memfasilitasi kebutuhanku saat itu untuk mengerjakan tugas perkuliahan yang lebih banyak dalam bentuk makalah, mulai dari critical book review, critical jurnal atau mini riset.
Kini, saatnya #2018GantiLaptopAsus. Pilihannya tetap Asus, karena terbukti baterai tahan lama dan awet. Selama pemakaian tiga tahun ini dia tak pernah rewel, padahal hampir 24 jam, tiga hari dalam seminggu selama hampir tiga tahun ini laptopku terus on karena tugas yang seabrek-abrek itu. Tapi spesikasinya harus ganti karena kebutuhannya sekarang sudah berbeda.
Selesai sudah tugas belajar sebagai mahasiswa. Aku kembali menjalani peranku sebagai guru. Semua ilmu yang berupa teori itu harus kupraktekkan di ruang kelas. Menciptakan kelas yang menyenangkan dengan memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa, salah satunya adalah dengan belajar memanfaatkan teknologi. Tidak lagi melulu dengan metode tradisional ceramah tetapi dalam bentuk digital. Menyampaikan materi secara interaktif melalui powerpoint atau video. Tugas-tugas siswa pun sudah tidak lagi di kertas atau buku tetapi lewat email.
Tuntutan jamannya memang begitu sekarang. Anak jaman now lebih senang belajar dengan internet, bahkan mereka lebih pintar dari gurunya padahal mereka lebih banyak belajar otodidak loh. Pernah ponsel saya tidak bisa terbuka karena lupa pola. Saya ceritakan masalah tersebut di depan kelas, eh mereka berlomba-lomba, “Sini Bu, kami lihat”, kata mereka. Entah apalah yang mereka lakukan, yang pasti bila ponsel tersebut saya install di bengkel hp pasti melayang uang saya tiga puluh ribu, he..he...
Selain sebagai guru, saya juga hobi menulis di blog. Sayangnya kurang konsisten. Menulis karena ada ide dan ide itu biasanya karena ada lomba. Padahal saya sudah menikmati berkah menulis itu loh. Mulai dari mengeluarkan uneg-uneg. Secara saya kan introvert, lebih senang curhat lewat tulisan daripada curhat ke telinga orang-orang. Selain itu menulis juga mengawetkan pikiran. Menulis juga merekam sejarah, bahkan saya pernah dapat uang satu juta rupiah hanya karena menceritakan bagaimana mengajarkan menulis surat lamaran di kelas.
Membuat media yang interaktif di kelas atau membuat konten berupa infografis atau video yang bagus di blog, (terlebih untuk rencana migrasi dari blog gratisan ke blog berbayar), saya membutuhkan ASUS Vivobook Flip TP410.
Mengapa ASUS Vivobook Flip TP410 ? Karena laptop ini unik bentuk dan kegunaannya, yaitu :
1. Tipis dan Ringan

Wah, ini yang saya suka. Beratnya hanya 1,6 kg dan ketebalan, eh, ketipisannya deh hanya 1, 92 cm. Jadi, masih muat dan tidak membebani tas ibu guru ini sehingga tetap bisa mobile nih. Padahal layarnya berukuran 14 inci loh. Dengan layar 14 incinya, saya tak perlu lagi membelalakkan mata untuk mengimput nilai siswa.
2. Berteknologi NanoEdge Display

Teknologi nano ini memang lagi musimnya. Laptop layar 14 inci seharusnya besar, berat dan tebal tetapi dengan teknologi nanoedge membuat dia tampil ultratipis dengan meminimalkan ukuran body-nya. Jadi makin seksi dong saya menentengnya di depan siswa.
3. Fingerprint Sensor

Fingerprint sensor umumnya hanya hadir di laptop kelas atas. Fungsi fingerprint sensor untuk menjaga keamanan atau privasi pemiliknya. Jadi, benar-benar gue banget. Selain itu fingerprint sensor ini mendukung fitur Windows Hello. Dengan Windows Hello, pengguna bisa sign-in ke Windows 10 yang terinstalasikan di dalam laptop ini hanya dengan sentuhan jari. Jadi, makin lengkap deh aplikasi untuk membuat atau mengedit video pembelajaran.
4. Bisa jadi empat mode
ASUS Vivobook Flip TP410 ini bisa didisplay menjadi empat mode sesuai kebutuhan kita yaitu media stand untuk membuat media lebih cepat dan jelas misalnya, powerful laptop untuk mengetik, responsive tablet untuk keperluan berkomunikasi dengan cepat misalnya dan share viewer untuk berbagi gambar dengan siswa misalnya.

Wah, jadi makin mantap dengan pilihanku. Semakin mantap menjadi guru dan blogger dengan ASUS Vivobook Flip TP410.
![]() |
| Banner Asus Blogging Competition |
ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.














