Curhatan Bunda

Senin, 21 Desember 2020

20 Bahkan 21 Tips Parenting Ala Saya Di 2021

       


    Saya bukanlah tokoh parenting seperti Ibu Ely Risman atau Ayah Edi bahkan saya bukanlah majalah parenting Theasiaparents yang terkenal itu. Justru saya adalah ibu yang sedang gagal. Ketiga putri saya (9), (7) dan (2) adalah peniru ulung. Mereka sering berteriak, mengancam, mencubit dan tertekan.

   Melihat karakter anak saya yang sekarang justru membuat saya makin tertekan dengan teori-teori parenting yang tampaknya sangat ideal tetapi saya jatuh bangun dalam kesehariannya. Saya semakin tenggelam sebab bukan hal baik yang saya ingin lakukan tapi kebalikannya yang sering terjadi. Semoga masih ada kesempatan menghapus hal-hal buruk dan menggantinya dengan hal baik yang akan mereka kenang kelak.

   Saya hanya mau menuliskan hal-hal kecil (besar) yang akan saya lakukan sehari-hari di 2021 nanti, antara lain : 

1. Punya waktu khusus mendoakan mereka

                Sehat, selamat, jauh dari celaka dan cidera tentu kita panjatkan setiap harinya. Tapi ini khusus, mengkhususkan mereka dalam topik doa pribadi setiap Senin pukul 5 pagi tentang pertumbuhan mereka, tentang karakter mereka, tentang kebutuhan mereka saat ini dan kebutuhan mereka nanti. Sebab hanya Allah yang sanggup mengubah hati. Sebab indahlah sebuah lirik lagu 'di doa ibu namaku disebut'.


2. Punya waktu khusus beribadah keluarga

    Setiap Rabu pukul 19.30 adalah kebiasaan baru kami selama pandemi karena imbaun gereja untuk melakukakan 'partangiangan weik' di rumah masing-masing. Ini akan tetap berlanjut sebab ibadah keluarga melatih menghormati Allah untuk tidak mengantuk saat berdoa, memuji Allah lewat pujian buku ende (sekalian belajar bahasa Batak), mengasihi sesama saat mendoakan Bou Lisbet tetap semangat, mendoakan Oppung Lubis yang rumahnya di atas supaya sehat, mendoakan Kota Rantauprapat supaya aman saat pilkada kemarin, mendoakan korona cepat berlalu sebab mereka sangat rindu bersekolah.


3. Letakkan hape saat anak sudah bilang “Ma”

        Yang mereka tahu kalau mama sedang pegang hape berarti mamanya sedang ngegame, ngeyoutube atau nge-fb. Padahal sudah dijelaskan kalau mamanya sedang jualan buku di fb,  jangan sampai slow respon nanti ditinggal pembeli, transfer mbangking, ngezoom,  ngedit kine master, ngedit canva dll.

 Apa mereka ngerti? Letakkan hape kalau mereka sudah panggil “Ma”, itu artinya mereka harus didengarkan.


4. “Mak, tili-tili”

     Itu adalah permintan anak ketiga karena dihasut anak kedua untuk bermain klitian. Sering mereka meminta bermain sama mamanya dan saya mengalihkan ke ayahnya karena piring perlu dicuci dan kain perlu dilipat.😥  Ayahnya sering bilang "Mereka perempuan loh, jangan sampai lebih dekat sama ayahnya daripada mamanya"

Pliz help me 😢


5. Sempatkan memeluk mereka

 Saat menyapu rumah atau saat menggoreng ikan, sempatkan bilang “Dek cium Mama dulu”, “Ka peluk mamak dulu”.


6. Telanjur marah dan memukul jangan lupa minta maaf

                Biasanya bila amarah mamake  sudah reda atau malam harinya,  harus saya menemani tidur untuk meminta maaf pada mereka bila saya telanjur marah dan mencubit.

7. Rumah berantakan, sebentar laginya itu

      Yang pernah ke rumah kami pasti sering melihat pecahnya kapal di sini. Baru selesai cuci piring, isinya sudah dikeluarkan untuk jualan, “Bu mau pesan apa?”, kata kakak nomor dua ke anak ketiga. Baru selesai lipat kain, isi lemari sudah keluar semua. Si Kakak bilang “Yang mau, fix kuning ya, tinggalkan no wa”.


8. Tetap sediakan buku

        Si kakak nomor satu selalu bawa buku klo mau tidur, “Ka baca buku jangan mau tidur”, teriak mamanya supaya matanya tetap sehat. Si nomor dua bawa buku ke kamar untuk disusun jadi etalase toko buku, si nomor tiga buku untuk dikoyak-koyaknya. Ampun dj, sayangnya uangku yang beli buku itu 😥


9. Bongkar celengan untuk meleskan mereka

    Si kakak nomor satu kemarin sempat sebulan les piano, lumayan sudah bisa mainkan Si Semut. Pandemi menyerang, dia pun berhenti dan tak berminat lagi ke sana. Sekarang dia mau les vokal tapi harus ditemani bila latihan.

    Tapi si nomor dua bingung mau dileskan apa? Susah cari les tari di kota kami meski kami sering berdebat dengan ayahnya kalau menari tak usah dileskan padahal bagiku les itu bukan untuk matematika atau bahasa Inggris tapi les menemukan bakat dan talenta mereka.


10. Ucapkan terima kasih bila si Kakak sudah selesai susun piring

   Terkadang dia masih cemberut, terkadang dia masih bertengkar sama adiknya supaya mau membantunya. Apapun itu tetaplah beri ‘upahnya’ di awal bulan karena sudah mau membantu emaknya nyusun piring, nyusun kain dan menyapu rumah.


11. “Coba lihat Si Tiur, Bisa gak Kakak seperti itu?”

      Oopps, kalau mamaknya saja tidak  suka dibanding-bandingkankan dengan mamak-mamak lain, apalagilah anak, pasti dia juga tidak suka dibanding-bandingkan.


12. Rumah boleh tidak dipel,  kain boleh tidak disterika tapi memasak itu wajib

   Meski emak bukan koki handal atau anak-anak terlalu banyak permintaan: “kok diarsik”, “kok gak disambal”, “wuihh, ikan banyak durinya”, “ayam gorenglah Ma” dll. Tetap prioritaskan masakan rumah.


13. Lipstikmu patah, inden lagi 🥰

  Putriku yang ketiga sekarang punya pencapaian baru, matahkan lipstik, mecahkan bedak,  curahkan lotion, bublekan sabun cair dll.

Terus mamake..

Cari lagi

Yang diskonan

Itupun inden bayar gajian 😀

 


14. Sembunyikan high hell-mu di tempat yang tidak terjangkau 🥰

   Sudah disimpan di lemari tertutup, ditaruh di atas lemari, disusupkan di belakang lemari tetapi kenapa ya masih saja dapat sepatu tumit merah mamaknya.

 

15. Tebalkan telinga bila ia menangis maksimal 30 menit

       Si kakak nomor dua biasa tantrum bila keinginannya tak terpenenuhi dan tampaknya itu diikuti anak nomor tiga. Si ayah tahan tapi saya tak tahan mendengar ia menangis. Jangan tersulut untuk marah dan memukulnya karena menangis.

        Bila dia menangis kelaparan tentu saja kami yang salah, tapi kalau dia menangis untuk segera dibelikan bahan-bahan milkshake sekarang padahal sudah dijanjikan nanti siang maka biarkan ia menangis, tiga puluh menit pun biarlah.


16. Satu kata untuk suami istri dan keluarga besar

  Pernah dalam acara makan bersama kami makan mi satu bungkus berdua. Si anak nomor dua menagis tidak mau berbagi dan hanya untuk diri sendiri. Kami suami istri sudah tega bilang berbagi tapi ada keluarga yang tidak tega melihat dia menangis, diambilnya uang dan dibelikanlah khusus untuk dia. Akhirnya dia terus memanfaatkan itu dan menjadi kebiasaannya terhadap bounya. Ah, semoga kedepannya semua keluarga besar satu kata untuk mendidiknya.


17. Perhatikan waktu-waktu kritis

      Biasanya saat kapan emak gampang berteriak ? Saat keuangan sekarat (aku yakin ekonomi kami akan bangkit), saat tegangan tinggi dengan suami, saat konflik dengan mertua atau ipar, saat dikejar deadline tugas sekolah, saat oyong menjaga anak yang sakit atau saat letih dengan pekerjaan rumah yang tak pernah selesai. Waspada di saat-saat itu Mak, dirimu gampang tertekan dan akhirnya tak terkendali.


18. Jaga kewarasan dengan ‘me time’

       Ah, pengen sih me time itu seperti emak-emak lain pergi belanja, nongkrong di kafe, touring dll. Tapi me time ala gue gampang banget kok cukup di perpus, (tapi karena korona ngumpet di kamar saja) baca buku dan menulis seperti buat tulisan ini. Hemat banget kan Gue, tapi itupun susahnya minta ampun. Gak dilihat saja mereka saja mamanya sebentar sudah langsung, "Mana mama?".


19. Terima dirimu di angka 70

     Lama saya mencari dres hijau botol, Ld 120  yang saya inginkan di online shop.  Aduhhhh bahaya yang golongan berat ini, 70 Mak...Tak kuasa diriku. Semakin aku letih semakin kuat makan. Kucoba tak makan malam, subuhnya bisa gemetaran tubuh ini.

       Gak usah ngoyo terima saja dirimu apa adanya saat ini. Akan datang waktunya sebentar lagi. Bangun tidur sarapan tersedia. Lalu mandi tanpa terbirit-birit. Melenggang berangkat mengajar. Sorenya berjoging cantik untuk tubuh idealmu. Malam harinya duduk manis depan laptop buat konten, ngisi blog berbayar tanpa dikejar dead line dan menerbitkan buku satu buku satu tahun. Wah..saya sangat merindukan bila waktu itu sudah datang


20. Kekang mulut untuk mengutuk

 Setiap kali emosi, mulut ini terbiasa mengeluarkan kata-kata negatif. Yuk ganti, 

“Yang rajinlah Ka Deo ini” 

“Yang baiklah Si Gifty ini”, 

“Baik budilah Si Mira kami ini”.


21. Penuhi kantong cinta mereka

Penuhi kantong cinta mereka dengan duapuluh hal di atas. Anak yang penuh cinta akan bahagia. Anak yang bahagia di masa kecil akan mampu bertahan terhadap tekanan hidup kelak.

 

 


Selasa, 15 September 2020

Bu, WAG Kelasnya Jangan Dikunci Ya

Wag atau wa grup kelas adalah media yang paling efektif untuk pembelajaran jarak jauh pandemi saat ini. Wag seperti kelas maya anak-anak, sayangnya banyak guru mengunci grup tersebut. Jika wag dikunci maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah, guru menyampaikan informasi dan siswa hanya menerima. Tidak ada terjadi interaksi antara guru dan siswa. Pada hal ini menjadi kebutuhan mereka saat ini ketika mereka berada di rumah dan mereka perlu berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. 


Benar jika anak-anak akan mengirim berita sampah atau gambar-gambar yang tidak patut. Justru ini kesempatan untuk mendidik mereka untuk membedakan mana berita yang benar atau berita hoaks. Kita juga dapat menegur siswa tersebut, bila perlu men-wapri siswa yang mengirim gambar yang tak patut itu. Kesempatan memberikan pendidikan literasi pada mereka.




 Aduh, guru hanya 24 jam mengajar bukan 24 jam sehari? Pandemi ini telah mengubah guru menjadi lebih berlelah-lelah. Memang akan menjadi guru 24 jam sehari tapi guru juga harus bijaksana mengatur waktu saat kapan harus berinteraksi dan hadir dalam obrolan mereka. Terkadang di sela jam belajar atau di luar jam pelajaran kita harus tetap melayani mereka.

Contohnya seperti ini, kemarin siswa saya ngobrol di grup tentang korona yang masih panjang ini dan ada yang berkata “Bagimana korona ini akan berlalu Bu, sementara orang-orang yang menerima bantuan berdoa supaya korona ini panjang dan mereka terus mendapatkan bantuan”. “Justru jika mereka berdoa seperti itu, maka kita harus lebih berdoa lagi. Jika pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia dengan bambu runcing, maka perjuangan kita saat ini adalah dengan tangan dan lutut. Ayo angkat tangan berdoa lebih kencang lagi bahkan sampai lutut lecet lecet supaya korona ini cepat berlalu dan bumi bisa sembuh”, balasku.


Bukankah kita sedang menanamkan nilai kebangsaan dan kerohanian dalam kalimat di atas? Ya, kita sedang menanamkan nilai-nilai karakter. Meski hanya dalam satu dua kalimat tapi saya yakin akan tertanam dalam benak anak-anak.



Jika di ruang kelas kita memilih perangkat kelas yang bertanggung jawab atas ketertiban kelas, maka di wag kelas pun kita dapat melakukannya. Jika di ruang kelas kita berusaha menciptakan, kebersihan, keindahan, kerapian dan kenyamanan kelas maka di wag kelas pun kita dapat melakukannya. Jika di ruang kelas, bapak dan ibu guru dapat menertibkan siswa yang malas, ribut, mau tidur, mengganggu temannya, maka saya yakin dengan kemampuan yang sama pun kita dapat melakukannya di wag kelas. Intinya mari menciptakan wag kelas yang nyaman bagi mereka. Wag kelas tempat yang mereka rindukan untuk berbagi dan berinteraksi. Wag kelas yang menjadi rumah kedua mereka. Jadi, wag kelasnyan jangan dikunci ya Bu.




Senin, 30 Maret 2020


MANDI PARFUM VITALIS, ME TIME EMAK DI SAAT GENTING



            Sudah dua pekan ini stay at home. Emak-emak mulai naik nada suaranya, anak-anak juga sudah mulai uring-uringan. Bagaimana tidak, setiap hari kita berada di tempat yang sama, bertemu dengan orang yang sama dan melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Wajar dong bosan? Ini masih dua pekan, bagaimana lagi dengan dua bulan ke depannya?

            Work, study, shopping, worship, hang out, watching, semua sudah from home sekarang. Sudah mempersenjatai diri dengan masker dan hand sanitizer bila keluar rumah. Sudah sterilisasi sepatu, pakaian dan diri bila datang dari luar. Sudah berbajuzirahkan makanan bergizi, vitamin dan berbagai suplemen. Sudah membentengi rumah dari kunjungan keluarga atau tamu dan kita tetap saja masih tertekan dengan hal ini semua. Siapa yang dapat menjamin kita tidak akan terjangkit ? Ah, sekali lagi Tuhanlah pengharapan kita, Dia menjaga kita waktu tenang maupun waktu tegang.

            Sedemikan gigihnyalah kita menjaga kesehatan diri seperti yang sudah kita lakukan di atas, tapi apakah kita juga gigih untuk menjaga kesehatan mental, hati dan pikiran? Khususnya buat emak-emak seperti kita ini? Gak sempat Mak, mikirin kesehatan hati,  wong bernafas saja kadang hampir lupa...ha..ha..

            Bangun tidur langsung ambil peran jadi koki menyiapkan hidangan keluarga. Lanjut menjadi guru dadakan mendampingi anak belajar. Lanjut lagi menyiapkan cemilan meski hanya puding dan bakwan. Lanjut lagi mengerjakan tugas kantor. Belum lagi menemani anak bermain. Ditambah lagi memikirkan logistik rumah yang budgetnya naik dua kali lipat. Masih mending kalau harganya yang naik, kalau sampai hilang dari peredaran? Mencoba santai sejenak dengan meraih hape. Lah semua sibuk membicarakannya. Bukannya rileks tapi bertambah cemas dengan angka kematian korban yang terus bertambah. Akhirnya semua itu  membuat emak lebih ganas dari si corona.

            Dalam waktu sempit, yuk sempatkan tetap punya waktu me time biar menjadi emak yang waras. Sebab emak yang waraslah yang menjadi garda terdepan menghadapi perang wabah yang sedang mencekam ini. Emak waras maka sekeluarga pun akan waras.

            Bagaimana caranya emak bisa tetap sehat jiwa dan pikiran ? Lakukan hobi. Saking hiruk-pikuknya, emak terkadang lupa kalau punya hobi . Yuk...mulai lagi kegiatan apa yang menyenangkan buat kita. Misalnya untuk emak-emak yang punya hobi menjahit, senang melihat postingan teman yang akhirnya hobi tersalurkan dengan menjahit masker, selain bahagia bisa juga dipakai sendiri. Yang hobi memasak langsung eksekusi, yummy rasanya melihat postingan menu masakan berseliweran di time line. Yang hobi berkebun silahkan, sehat mata kita melihat jepretan bunga dan daun hijau segar. Yang hobi baca buku bisa pesan di saya ya.. atau yang hobi menulis, mari sempatkan menulis. Wah..kalau gak sempat juga, cobalah me time dengan mandi.

            Ah, mandi? Benar sekali Mak. Dalam waktu sempit mari sempatkan me time dengan mandi. Bagaimana bisa? Bisalah kalau mandinya dengan parfum. Apa mandi dengan parfum ? Ya, mandilah dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

            Mengapa dengan harus mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ?
1.  Vitalis  body wash adalah Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

            Saat ini  Vitalis merupakan market leader di  pasar female fragrance dan tumbuh double digit setiap tahunnya. Sebagai market leader, tentunya Vitalis memiliki expertise yang sangat tinggi dalam  hal parfum. Vitalis memahami trend parfum yang terjadi baik di pasar global maupun di Indonesia, juga memahami olfactive (karakter parfum)  yang disukai atau sesuai dengan konsumen di Indonesia. Vitalis banyak sekali melakukan riset, studi dan eksperimen untuk meningkatkan keahliannya dalam hal parfum ini.
            Vitalis ahlinya parfum kemudian bergerak ke sabun mandi. Kenapa sabun mandi? Pada pertengahan tahun 2019 lalu, Vitalis membawa expertise-nya di bidang parfum ke dalam produk body wash yang dalam pembeliannya sangat ditentukan oleh aroma parfumnya. Sedangkan Vitalis sangat memahami tentang parfum. Dengan demikian kita yakin Vitalis Body Wash akan mampu memberikan pengalaman mandi yang lebih baik. 
            Tentu semua kita sudah tahu apa manfaat parfum atau wewangian. Wewangian dapat  memperbaiki suasan hati, menjadi rileks dan santai, dapat menyembuhkan sakit kepala bahkan dapat menyembuhkan insomnia.

2. Tersedia varian pilihan

            Ada tiga varian Vitalis Body Wash, yaitu White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty.


            White Glow memberikan manfaat skin brightening untuk kulit terlihat lebih cerah,  terasa halus, dan lembut. Parfum yang digunakan untuk varian ini mempunyai top note  dengan aroma buah-buahan dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis PerfumedMoisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar. 


              Fresh Dazzle memberikan manfaat skin refreshing untuk kulit terasa segar, halus  dan lembut. Parfum yang digunakan untuk varian ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidan dari teh hijau, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.



            Soft Beauty memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminin, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal halus dan  lembut.

3. Tekstur lembut

            Selain aroma parfum, konsumen juga menyukai sabun mandi yang tidak membuat kulit kering sehingga peranan moisturizer dalam formula sangatlah penting. Untuk memastikan kelembaban kulit setelah pemakaian, Vitalis menambahkan high quality moisturizer.

4. Kemasan praktis

            Kemasan Vitalis Body Wash dalam bentuk botol mudah digemgam dan tidak gampang tumpah. Warna kemasan yang menggoda mata dan terkesan mewah. Ada ukuran 100 ml, 200 ml, 250 ml, dan 450 ml dan tersedia juga kemasan isi ulang. Label kemasan memuat informasi cukup lengkap, bahkan ada logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta terdaftar di BPOM. Gak perlu ribet muter-muter tutup botolnya, cukup tekan satu sisi tutupnya, maka emak akan dapatkan semerbak parfumnya.

5. Harga terjangkau

            Nah, kalau ngomongan harga murah, pasti emak-emak auto melotot. Untuk Vitalis Body Wash bottle 200 ml  berharga Rp 18.000,-, harga berbeda tiap daerahnya. Tapi jangan takut, Vitalis Body Wash mudah terjangkau dan mudah didapatkan di mini market terdekat ya Mak.

            VitalisPerfumed Moisturizing Body Wash adalah body wash yang memiliki “superior parfum” dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia.   Memberikan pengalaman mandi parfum yang tidak pernah dialami sebelumnya.

            Vitalis membantu emak Indonesia menjadi semakin percaya diri,  bersemangat dan tetap waras dalam menikmati hari-hari genting ini. Percayalah badai akan berlalu dan Tuhan tetap menjaga waktu tenang ataupun tegang.