Curhatan Bunda

Sabtu, 08 Januari 2022

Wawancara Penghargaan Penulis

Sejak Kapan Menulis?

Sejauh saya mengingat ternyata saya sudah menulis kelas 6 SD. Waktu itu saya hanya meringkas ekstensifikasi dan intensifikasi pangan di Indonesia dari buku IPS. Ringkasan tulis tangan dalam folio tersebut diikutsertakan dalam lomba mengarang ke kecamatan. Saya tidak pernah tahu apa hasilnya tetapi sampai sekarang saya ingat betul judul itu karena berkali-kali saya mengulangnya. Selanjutnya semasa kuliah dalam sebuah buletin kecil organisasi kerohanian kampus. Kemudian aktif lagi setelah saya menikah dan punya anak. Menulis nonfiksi di media online dan blog pribadi.


Mengapa Tertarik Menulis?

Menulis bagi saya adalah menenangkan karena tempat curhat. Beberapa kali curhatan itu saya ikutkan lomba blog dan menang dan ketagihan. Bergabung dalam komunitas blogger dan menjadi influencer juga seperti Faber Castle,  Program langit biru Pertamina dan yang terakhir ini ada menulis dari Kementerian Pariwisata tentang pariwisata Danau Toba.


Menulis itu Apa?

Menulis bagi saya lebih dari hobi atau fashion. Menulis bagi saya adalah self healing atau terapi. Ketika saya sudah menikah berkeluarga punya anak ternyata hidup itu lebih rumit, lebih kompleks dan saya lebih sering menuangkannya lewat tulisan. Selesai menulis rasanya lebih tenang dan lebih bisa merefleksikan diri. Saya sering menuliskan apa yang saya alami di keluarga  dan menuliskan apa yang saya alami sebagai guru, itulah sebabnya blog saya berjudul Catatan Diana artinya catatan saya sebagai seorang ibu dan catatan saya sebagai seorang guru.  Catatan saya sebagai guru membawa berkah, dari tulisan saya sering diundang menjadi narasumber di seminar/webinar pendidikan.


Karya Saya yang Paling Berkesan

Buku solo saya yang pertama berjudul Intisari Bahasa Indonesia SMA tahun 2018 yang diterbitkan Kawan Pustaka Jakarta. Terkesan karena ini buku pertama saya, akhirnya saya bisa menerbitkan sebuah buku. Terkesan karena dari buku ini saya pernah merasakan nikmatnya royalti penjualan buku.  Karya saya yang kedua yang berkesan adalah sebuah cerpen yang berjudul Oleh-oleh dari Makassar. Saya baru pertama ini menulis cerpen dan langsung dalam sebuah lomba menulis cerpen yang diadakan sebuah organisasi kerohanian yaitu Perkantas Jakarta. Pertama menulis cerpen langsung nyangkut di juara kedua dan tentunya hadiahnya itu loh. 


Visi untuk Literasi Labuhan Batu Raya Lima Tahun Ke Depan

Visi Literasi untuk Labuhanbatu Raya lima tahun ke depan sudah kami mulai dari sekarang yaitu tantangan bagi calon guru penggerak angkatan 3 Labuhanbatu. Harapannya akan terbit sebuah buku yang merekam perjalanan calon guru penggerak angkatan 3. Dari generasi ini harapan ke depan mereka akan mampu menerbitkan sebuah buku ajar atau modul ajar untuk siswa-siswa mereka sendiri sebab buku yang baik untuk orang Indonesia harus ditulis oleh orang Indonesia, Buku yang baik untuk orang Labuhanbatu harus ditulis oleh orang Labuhan Batu sendiri.





Jumat, 05 Maret 2021

Lima Cara Emak Milenial Ciptakan Langit Tetap Biru

  


        Siapa di antara kita yang seperti saya belum pernah mendengar program langit biru? Tidak usah sedih, gak cuma kita doang kok yang belum pernah dengar meski sebenarnya Program Langit Biru (PLB) ini sudah seperempat abad.

    Saya membuat survei kecil-kecilan lewat google formulir terhadap komunitas-komunitas di sekitar saya lewat grup Wa yang karena pandemi ini memudahkan kita memohon izin berbagi link saja. Ternyata 76% pun belum pernah mendengar program langit biru. Responden yang 73% berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 10—20 tahun ini sebenarnya sudah ikut melakukan program langit biru tanpa mereka ketahui dengan memilih BBM ramah lingkungan yaitu memilih pertalite sebesar 73%, bahkan ketika ditanya apa perbedaan premium, pertalite dan pertamax, masing-masing memberi jawaban panjang dengan sukarela seperti berikut :

1. Dari segi harga : Premium; harga nya murah,dan jarang terdapat di kedai eceran. Pertalite:harga nya terjangkau dan banyak yang menjualnya di kedai eceran, Pertamini,dll. Pertamax:harganya lumayan mahal dan hanya terjual di Pertamina, jarang kita temui di Pertamini, kedai eceran, karena jarang orang membelinya”.

2. Dari segi manfat : “Premium ; mengeluarkan polusi dalam jumlah besar. Pertalite ; mengeluarkan polusi dalam jumlah sedikit. Pertamax ; mengeluarkan polusi dalam jumlah sangat sedikit”.

“Pertalite harganya murah dan lebih irit sedangkan premium bahan bakarnya bersih dalam tangki. kalau Pertamax kualitas lebih tinggi harganya pun mahal serta asapnya tidak banyak”.

 



 Diskusi  Publik 
Kampanye BBM Ramah Lingkungan

        Saya mengikuti diskusi publik yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) berkolaborasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mengampanyekan kepada masyarakat penggunaan BBM ramah lingkungan, yang diadakan 3 Maret 2021 lalu pukul 08.00-12.00 via Zoom Meeting, Facebook YLKI dan Youtube KBR.

       Tujuan dialog publik ini seperti yang disampaikan oleh Tulus Abadi, Ketua pengurus harian YLKI adalah :

1. Concern  YLKI mewujudkan pola konsumsi berkelanjutan dan BBM ramah lingkungan sejalan dengan pola konsumsi berkelanjutan.

2. Sebagai bentuk kritik dan keprihatinan atas lambatnya dan inkonsistensi pemerintah dalam mewujudkan program langit biru dan BBM ramah lingkungan.

3. Sebagai dukungan dan dorongan kepada regulator terutama Pemda, operator PT Pertamina dan masyarakat agar konsisten mewujudkan BBM ramah lingkungan.

  Diskusi publik ini menghadirkan perwakilan pemda di wilayah sumatera seperti Provinsi Sumatra Utara, Riau, Lampung, Kep. Bangka Belitung, dan Maluku. Selain itu diikuti juga jurnalis media, pers mahasiswa dan blogger untuk lebih menggaungkan PBL ini lebih luas ke masyarakat. Semakin krusial sebuah isu maka akan semakin banyak diperbincangkan masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang kritis maka akan semakin banyak mendesak pemerintah lebih serius menangani real pandemi ini sama seperti Perpres miras yang bisa selesai hanya tiga hari.

 


Napak Tilas Progam Langit Biru

    Program langit biru digaungkan sejak 25 tahun silam oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Permen LH No. 15/1996 dan Kepmen LH No 141 /2003 yang mengatur emisi gas buang motor pada ranmor (BBM standar Euro 2). Program langit biru bertujuan mengantisipasi krisis lingkungan akibat polusi udara yang dicetuskan oleh barang tidak bergerak seperti asap pabrik ataupun barang bergerak seperti asap kendaraan bermotor.

    Berbagai usaha dilakukan oleh kementerian dan pihak lainnya untuk mendukung program ini khususnya oleh Pertamina dengan program BBM ramah lingkungan karena 75% penyumbang polusi udara buruk adalah asap kendaraan bermotor yang BBM-nya tidak ramah lingkungan. Tetapi berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah jalan di tempat sebab adanya tarik ulur pengusaha dan penguasa. Masalah-masalah krusial seolah-olah tiada henti mulai dari ketersediaan BBM, distribusi ke daerah-daerah sampai kepada harga BBM itu sendiri.

    Nah, apakah kita menyerah dengan berbagai masalah tersebut? Tidak dong. Semua pihak harus aktif ambil bagian termasuk emak-emak. Mengapa emak-emak juga harus ikut? ya iya dong karena emak-emak ini paling ramai bersuara. Jika emak-emak sudah ribut maka banyak pihak akan mendengar dan merespon. Tapi saya bukan cerita emak-emak bersuara untuk demonstrasi tapi emak-emak bersuara melalui life style mencintai lingkungan untuk menjadikan langit di rumah masing-masing tetap biru,  untuk udara di lingkungan tetap sehat. Sebab anak-anak sehat tanpa polusi adalah generasi sehat bangsa Indonesia.

 

Peran Penting Emak Milenial Ciptakan Langit Biru

     Emak milineal itu lebih cerdas dan terbuka karena berlatar belakang pendidikan tinggi. Cerdas, terbuka dan kritis juga terhadap isu lingkungan. Emak milineal yang selalu identik dengan hape di tangan dengan mudah berselancar di internet untuk mendapatkan informasi. Nah, seharusnyalah emak-emak ini men-connecting-kan krisis iklim ini sebagai krisisnya juga. Emak-emak bukan sekadar gengsi dan ikut-ikutan beli dan tanam bunga aglo atau keladi yang sedang viral itu tapi dapat melihat lebih besar lagi dari itu. Ketika emak sadar bahwa menanam bunga/pohon, selain mempercantik rumah juga akan membuat udara rumah segar. Udara segar di sekitar rumah tidak akan membuat penghuni rumah mengantuk. Jika penghuni rumah sehat maka semua akan produktif. Jika udara rumahnya sehat maka ia ikut menyumbang udara bersih di Indonesia dan dunia. Bahkan lebih dari itu, merawat bumi adalah kewajiban dan haram hukumnya merusak alam, jadi bukan hanya miras saja yang haram sehingga emak-emak pada sewot.

    Jika emak-emak sudah aware bahwa kita dalam bahaya polusi udara, maka emak-emak paling banyak bisa berbuat. Yang pertama emak bisa mengedukasi keluarga. Edukasi ini akan disertai otoritas dalam bentuk perintah harus begini, harus begitu kepada suami dan anak-anaknya. Yang kedua adalah banyak hal-hal kecil pekerjaan rumah tangga yang sebenarnya bisa dilakukan di rumah untuk menjaga lingkungan bersih seperti memilih make up ramah lingkungan, detergen ramah lingkungan, sampai kepada makanan ramah lingkungan. Yang ketiga emak-emak adalah bendahara keluarga. Anak-anak milenial mudah mendapatkan informasi tentang BBM ramah lingkungan, mereka tahu perbedaan premium, pertalite dan pertamax seperti yang sudah disampaikan di awal tapi kan mereka tetap minta uang bensin pada emak. Meski BBM ramah lingkungan sedikit lebih mahal tapi ya itu tadi, kembali lagi kepada ini perintah emak loh. Kalau emak sudah perintah dan beri uang beli bensin BBM ramah lingkungan, si anak kan harus siap laksanakan.

 Lima Cara Besar Emak Milenial Dukung Langit Biru

    Lima cara ini saya sarikan dari sharing Ibu Citra Dyah Prastuti yang mewakili jurnalis dan  Mbak Olga Lydia yang adalah influencer dan aktivis lingkungan yang juga ikut dalam diskusi publik penggunaan BBM ramah lingkungan tersebut tentang hal-hal kecil tapi berdampak besar yang dapat menciptakan lingkungan bebas polusi yang semuanya itu sebenarnya paling banyak dilakukan oleh emak-emak milenial.

5. Mengurangi Belanja On Line

     Selama pandemi ini memang aktivitas belanja paling banyak dilakukan on line. Tapi pernah gak sih emak-emak perhatikan plastik sampah yang menumpuk dari belanja on line ini. Mulai dari isolatifnya, buble wrap dan kemasannya. Yang kemarin-kemarin itu sudah berhasil mengurangi plastik sekali pakai dan bangganya membawa wadah plastik bermerek untuk wadah berbelanja. Yuk, kita mulai lagi ya Mak.

4. Berpikir Dua Kali Untuk Setiap Kata Diskon

    Siapa sih emak-emak yang gak suka di kasih diskon. Apalagi kalau belanja baju, sudah bagus, murah eh dapat bonus diskon lagi. Tapi mari selektif ya emak, jangan karena diskon, eh kita mabuk memborong semua, Padahal baju diskonan bulan lalu saja belum kepakai, masih tergantung cantik di lemari. Karena untuk produksi satu baju saja memerlukan bergalon-galon air loh Mak.

3. Mengatur Makanan Keluarga Tidak Bersisa

    Seperti informasi yang dibaca oleh Mbak Olga bahwa emisi yang dihasilkan sampah sisa makanan urutan ke-4 dunia. Bahkan informasi dari Tirto.id, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara produsen sampah pangan terbanyak di dunia. Selain bijak mengonsumsi makanan, emak juga harus bijak menyimpan pangan dengan benar dan tentu saja kreatif mengolah sisa bahan makanan.

 2. Menanam pohon dan bunga

    Membuat taman di rumah selain dapat menyalurkan hobi, dapat juga mempercantik dan melengkapi arsitektur rumah. Menjadi tempat bermain dan belajar anak, juga tempat kita melepas penat dan menyegarkan tubuh. Taman juga menjadi area resapan air hujan dan dreinase serta yang paling pasti menghasilkan oksigen serta menyaring polusi udara.

 1. Beralih ke BBM Ramah Lingkungan

    BBM ramah lingkungan itu memakai skala pengukuran tingkat ketahanan suatu jenis bahan bakar jenis bensin dalam menerima kompresi atau yang sering disebut dengan Research Octane Number (RON).

    Bahan bakar minyak ( BBM) yang dijual di Indonesia memang terbagi menjadi beberapa jenis, dengan nilai oktan atau yang berbeda-beda. Berikut rinciannya:

1. Premium dengan nilai oktan 88

2. Pertalite dengan nilai oktan 90

3. Pertamax dengan nilai oktan 92

4. Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98

    Prinsipnya semakin tinggi nilai oktan yang ada pada BBM maka bahan bakar akan terbakar dengan sempurna efeknya ketukan akan lebih jarang terjadi sehingga mesin pun jadi lebih awet. Selain itu emisi gas buangan dari kendaraan bermotor juga akan semakin sedikit sehingga menjadi lebih ramah lingkungan.

    Sulitnya semakin tinggi nilai oktannya semakin tinggi pula harganya sehingga pembeli lebih cenderung memilih harga BBM yang lebih murah. Langkah yang dilakukan Pertamina adalah membatasi penyedian premium dan memperbanyak pertalite. Maka BBM yang tersedia di masyarakat lewat penjual eceran atau pertamini kebanyakan adalah pertalite. Pertamina juga memberikan diskon sehingga harga pertalite tidak jauh beda dengan premium. Sayangnya pemberian diskon ini masih di Pulau Jawa saja dan akan bertahap ke daerah-daerah.

    Program langit biru Pertamina dengan menyediakan BBM ramah lingkungan di Jawa dianggap berhasil dan akan diteruskan ke daerah-daerah lainnya. Dan akan semakin berhasil lagi jika setiap emak di rumah-rumah seluruh Indonesia mau mengurangi belanja on line, berpikir dua kali untuk diskon, mengatur makanan keluarga tidak bersisa, membuat taman dan membeli BBM ramah lingkungan.

Semoga

Salam langit biru

 

 

 





Senin, 21 Desember 2020

20 Bahkan 21 Tips Parenting Ala Saya Di 2021

       


    Saya bukanlah tokoh parenting seperti Ibu Ely Risman atau Ayah Edi bahkan saya bukanlah majalah parenting Theasiaparents yang terkenal itu. Justru saya adalah ibu yang sedang gagal. Ketiga putri saya (9), (7) dan (2) adalah peniru ulung. Mereka sering berteriak, mengancam, mencubit dan tertekan.

   Melihat karakter anak saya yang sekarang justru membuat saya makin tertekan dengan teori-teori parenting yang tampaknya sangat ideal tetapi saya jatuh bangun dalam kesehariannya. Saya semakin tenggelam sebab bukan hal baik yang saya ingin lakukan tapi kebalikannya yang sering terjadi. Semoga masih ada kesempatan menghapus hal-hal buruk dan menggantinya dengan hal baik yang akan mereka kenang kelak.

   Saya hanya mau menuliskan hal-hal kecil (besar) yang akan saya lakukan sehari-hari di 2021 nanti, antara lain : 

1. Punya waktu khusus mendoakan mereka

                Sehat, selamat, jauh dari celaka dan cidera tentu kita panjatkan setiap harinya. Tapi ini khusus, mengkhususkan mereka dalam topik doa pribadi setiap Senin pukul 5 pagi tentang pertumbuhan mereka, tentang karakter mereka, tentang kebutuhan mereka saat ini dan kebutuhan mereka nanti. Sebab hanya Allah yang sanggup mengubah hati. Sebab indahlah sebuah lirik lagu 'di doa ibu namaku disebut'.


2. Punya waktu khusus beribadah keluarga

    Setiap Rabu pukul 19.30 adalah kebiasaan baru kami selama pandemi karena imbaun gereja untuk melakukakan 'partangiangan weik' di rumah masing-masing. Ini akan tetap berlanjut sebab ibadah keluarga melatih menghormati Allah untuk tidak mengantuk saat berdoa, memuji Allah lewat pujian buku ende (sekalian belajar bahasa Batak), mengasihi sesama saat mendoakan Bou Lisbet tetap semangat, mendoakan Oppung Lubis yang rumahnya di atas supaya sehat, mendoakan Kota Rantauprapat supaya aman saat pilkada kemarin, mendoakan korona cepat berlalu sebab mereka sangat rindu bersekolah.


3. Letakkan hape saat anak sudah bilang “Ma”

        Yang mereka tahu kalau mama sedang pegang hape berarti mamanya sedang ngegame, ngeyoutube atau nge-fb. Padahal sudah dijelaskan kalau mamanya sedang jualan buku di fb,  jangan sampai slow respon nanti ditinggal pembeli, transfer mbangking, ngezoom,  ngedit kine master, ngedit canva dll.

 Apa mereka ngerti? Letakkan hape kalau mereka sudah panggil “Ma”, itu artinya mereka harus didengarkan.


4. “Mak, tili-tili”

     Itu adalah permintan anak ketiga karena dihasut anak kedua untuk bermain klitian. Sering mereka meminta bermain sama mamanya dan saya mengalihkan ke ayahnya karena piring perlu dicuci dan kain perlu dilipat.😥  Ayahnya sering bilang "Mereka perempuan loh, jangan sampai lebih dekat sama ayahnya daripada mamanya"

Pliz help me 😢


5. Sempatkan memeluk mereka

 Saat menyapu rumah atau saat menggoreng ikan, sempatkan bilang “Dek cium Mama dulu”, “Ka peluk mamak dulu”.


6. Telanjur marah dan memukul jangan lupa minta maaf

                Biasanya bila amarah mamake  sudah reda atau malam harinya,  harus saya menemani tidur untuk meminta maaf pada mereka bila saya telanjur marah dan mencubit.

7. Rumah berantakan, sebentar laginya itu

      Yang pernah ke rumah kami pasti sering melihat pecahnya kapal di sini. Baru selesai cuci piring, isinya sudah dikeluarkan untuk jualan, “Bu mau pesan apa?”, kata kakak nomor dua ke anak ketiga. Baru selesai lipat kain, isi lemari sudah keluar semua. Si Kakak bilang “Yang mau, fix kuning ya, tinggalkan no wa”.


8. Tetap sediakan buku

        Si kakak nomor satu selalu bawa buku klo mau tidur, “Ka baca buku jangan mau tidur”, teriak mamanya supaya matanya tetap sehat. Si nomor dua bawa buku ke kamar untuk disusun jadi etalase toko buku, si nomor tiga buku untuk dikoyak-koyaknya. Ampun dj, sayangnya uangku yang beli buku itu 😥


9. Bongkar celengan untuk meleskan mereka

    Si kakak nomor satu kemarin sempat sebulan les piano, lumayan sudah bisa mainkan Si Semut. Pandemi menyerang, dia pun berhenti dan tak berminat lagi ke sana. Sekarang dia mau les vokal tapi harus ditemani bila latihan.

    Tapi si nomor dua bingung mau dileskan apa? Susah cari les tari di kota kami meski kami sering berdebat dengan ayahnya kalau menari tak usah dileskan padahal bagiku les itu bukan untuk matematika atau bahasa Inggris tapi les menemukan bakat dan talenta mereka.


10. Ucapkan terima kasih bila si Kakak sudah selesai susun piring

   Terkadang dia masih cemberut, terkadang dia masih bertengkar sama adiknya supaya mau membantunya. Apapun itu tetaplah beri ‘upahnya’ di awal bulan karena sudah mau membantu emaknya nyusun piring, nyusun kain dan menyapu rumah.


11. “Coba lihat Si Tiur, Bisa gak Kakak seperti itu?”

      Oopps, kalau mamaknya saja tidak  suka dibanding-bandingkankan dengan mamak-mamak lain, apalagilah anak, pasti dia juga tidak suka dibanding-bandingkan.


12. Rumah boleh tidak dipel,  kain boleh tidak disterika tapi memasak itu wajib

   Meski emak bukan koki handal atau anak-anak terlalu banyak permintaan: “kok diarsik”, “kok gak disambal”, “wuihh, ikan banyak durinya”, “ayam gorenglah Ma” dll. Tetap prioritaskan masakan rumah.


13. Lipstikmu patah, inden lagi 🥰

  Putriku yang ketiga sekarang punya pencapaian baru, matahkan lipstik, mecahkan bedak,  curahkan lotion, bublekan sabun cair dll.

Terus mamake..

Cari lagi

Yang diskonan

Itupun inden bayar gajian 😀

 


14. Sembunyikan high hell-mu di tempat yang tidak terjangkau 🥰

   Sudah disimpan di lemari tertutup, ditaruh di atas lemari, disusupkan di belakang lemari tetapi kenapa ya masih saja dapat sepatu tumit merah mamaknya.

 

15. Tebalkan telinga bila ia menangis maksimal 30 menit

       Si kakak nomor dua biasa tantrum bila keinginannya tak terpenenuhi dan tampaknya itu diikuti anak nomor tiga. Si ayah tahan tapi saya tak tahan mendengar ia menangis. Jangan tersulut untuk marah dan memukulnya karena menangis.

        Bila dia menangis kelaparan tentu saja kami yang salah, tapi kalau dia menangis untuk segera dibelikan bahan-bahan milkshake sekarang padahal sudah dijanjikan nanti siang maka biarkan ia menangis, tiga puluh menit pun biarlah.


16. Satu kata untuk suami istri dan keluarga besar

  Pernah dalam acara makan bersama kami makan mi satu bungkus berdua. Si anak nomor dua menagis tidak mau berbagi dan hanya untuk diri sendiri. Kami suami istri sudah tega bilang berbagi tapi ada keluarga yang tidak tega melihat dia menangis, diambilnya uang dan dibelikanlah khusus untuk dia. Akhirnya dia terus memanfaatkan itu dan menjadi kebiasaannya terhadap bounya. Ah, semoga kedepannya semua keluarga besar satu kata untuk mendidiknya.


17. Perhatikan waktu-waktu kritis

      Biasanya saat kapan emak gampang berteriak ? Saat keuangan sekarat (aku yakin ekonomi kami akan bangkit), saat tegangan tinggi dengan suami, saat konflik dengan mertua atau ipar, saat dikejar deadline tugas sekolah, saat oyong menjaga anak yang sakit atau saat letih dengan pekerjaan rumah yang tak pernah selesai. Waspada di saat-saat itu Mak, dirimu gampang tertekan dan akhirnya tak terkendali.


18. Jaga kewarasan dengan ‘me time’

       Ah, pengen sih me time itu seperti emak-emak lain pergi belanja, nongkrong di kafe, touring dll. Tapi me time ala gue gampang banget kok cukup di perpus, (tapi karena korona ngumpet di kamar saja) baca buku dan menulis seperti buat tulisan ini. Hemat banget kan Gue, tapi itupun susahnya minta ampun. Gak dilihat saja mereka saja mamanya sebentar sudah langsung, "Mana mama?".


19. Terima dirimu di angka 70

     Lama saya mencari dres hijau botol, Ld 120  yang saya inginkan di online shop.  Aduhhhh bahaya yang golongan berat ini, 70 Mak...Tak kuasa diriku. Semakin aku letih semakin kuat makan. Kucoba tak makan malam, subuhnya bisa gemetaran tubuh ini.

       Gak usah ngoyo terima saja dirimu apa adanya saat ini. Akan datang waktunya sebentar lagi. Bangun tidur sarapan tersedia. Lalu mandi tanpa terbirit-birit. Melenggang berangkat mengajar. Sorenya berjoging cantik untuk tubuh idealmu. Malam harinya duduk manis depan laptop buat konten, ngisi blog berbayar tanpa dikejar dead line dan menerbitkan buku satu buku satu tahun. Wah..saya sangat merindukan bila waktu itu sudah datang


20. Kekang mulut untuk mengutuk

 Setiap kali emosi, mulut ini terbiasa mengeluarkan kata-kata negatif. Yuk ganti, 

“Yang rajinlah Ka Deo ini” 

“Yang baiklah Si Gifty ini”, 

“Baik budilah Si Mira kami ini”.


21. Penuhi kantong cinta mereka

Penuhi kantong cinta mereka dengan duapuluh hal di atas. Anak yang penuh cinta akan bahagia. Anak yang bahagia di masa kecil akan mampu bertahan terhadap tekanan hidup kelak.

 

 


Selasa, 15 September 2020

Bu, WAG Kelasnya Jangan Dikunci Ya

Wag atau wa grup kelas adalah media yang paling efektif untuk pembelajaran jarak jauh pandemi saat ini. Wag seperti kelas maya anak-anak, sayangnya banyak guru mengunci grup tersebut. Jika wag dikunci maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah, guru menyampaikan informasi dan siswa hanya menerima. Tidak ada terjadi interaksi antara guru dan siswa. Pada hal ini menjadi kebutuhan mereka saat ini ketika mereka berada di rumah dan mereka perlu berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. 


Benar jika anak-anak akan mengirim berita sampah atau gambar-gambar yang tidak patut. Justru ini kesempatan untuk mendidik mereka untuk membedakan mana berita yang benar atau berita hoaks. Kita juga dapat menegur siswa tersebut, bila perlu men-wapri siswa yang mengirim gambar yang tak patut itu. Kesempatan memberikan pendidikan literasi pada mereka.




 Aduh, guru hanya 24 jam mengajar bukan 24 jam sehari? Pandemi ini telah mengubah guru menjadi lebih berlelah-lelah. Memang akan menjadi guru 24 jam sehari tapi guru juga harus bijaksana mengatur waktu saat kapan harus berinteraksi dan hadir dalam obrolan mereka. Terkadang di sela jam belajar atau di luar jam pelajaran kita harus tetap melayani mereka.

Contohnya seperti ini, kemarin siswa saya ngobrol di grup tentang korona yang masih panjang ini dan ada yang berkata “Bagimana korona ini akan berlalu Bu, sementara orang-orang yang menerima bantuan berdoa supaya korona ini panjang dan mereka terus mendapatkan bantuan”. “Justru jika mereka berdoa seperti itu, maka kita harus lebih berdoa lagi. Jika pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia dengan bambu runcing, maka perjuangan kita saat ini adalah dengan tangan dan lutut. Ayo angkat tangan berdoa lebih kencang lagi bahkan sampai lutut lecet lecet supaya korona ini cepat berlalu dan bumi bisa sembuh”, balasku.


Bukankah kita sedang menanamkan nilai kebangsaan dan kerohanian dalam kalimat di atas? Ya, kita sedang menanamkan nilai-nilai karakter. Meski hanya dalam satu dua kalimat tapi saya yakin akan tertanam dalam benak anak-anak.



Jika di ruang kelas kita memilih perangkat kelas yang bertanggung jawab atas ketertiban kelas, maka di wag kelas pun kita dapat melakukannya. Jika di ruang kelas kita berusaha menciptakan, kebersihan, keindahan, kerapian dan kenyamanan kelas maka di wag kelas pun kita dapat melakukannya. Jika di ruang kelas, bapak dan ibu guru dapat menertibkan siswa yang malas, ribut, mau tidur, mengganggu temannya, maka saya yakin dengan kemampuan yang sama pun kita dapat melakukannya di wag kelas. Intinya mari menciptakan wag kelas yang nyaman bagi mereka. Wag kelas tempat yang mereka rindukan untuk berbagi dan berinteraksi. Wag kelas yang menjadi rumah kedua mereka. Jadi, wag kelasnyan jangan dikunci ya Bu.




Senin, 30 Maret 2020


MANDI PARFUM VITALIS, ME TIME EMAK DI SAAT GENTING



            Sudah dua pekan ini stay at home. Emak-emak mulai naik nada suaranya, anak-anak juga sudah mulai uring-uringan. Bagaimana tidak, setiap hari kita berada di tempat yang sama, bertemu dengan orang yang sama dan melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Wajar dong bosan? Ini masih dua pekan, bagaimana lagi dengan dua bulan ke depannya?

            Work, study, shopping, worship, hang out, watching, semua sudah from home sekarang. Sudah mempersenjatai diri dengan masker dan hand sanitizer bila keluar rumah. Sudah sterilisasi sepatu, pakaian dan diri bila datang dari luar. Sudah berbajuzirahkan makanan bergizi, vitamin dan berbagai suplemen. Sudah membentengi rumah dari kunjungan keluarga atau tamu dan kita tetap saja masih tertekan dengan hal ini semua. Siapa yang dapat menjamin kita tidak akan terjangkit ? Ah, sekali lagi Tuhanlah pengharapan kita, Dia menjaga kita waktu tenang maupun waktu tegang.

            Sedemikan gigihnyalah kita menjaga kesehatan diri seperti yang sudah kita lakukan di atas, tapi apakah kita juga gigih untuk menjaga kesehatan mental, hati dan pikiran? Khususnya buat emak-emak seperti kita ini? Gak sempat Mak, mikirin kesehatan hati,  wong bernafas saja kadang hampir lupa...ha..ha..

            Bangun tidur langsung ambil peran jadi koki menyiapkan hidangan keluarga. Lanjut menjadi guru dadakan mendampingi anak belajar. Lanjut lagi menyiapkan cemilan meski hanya puding dan bakwan. Lanjut lagi mengerjakan tugas kantor. Belum lagi menemani anak bermain. Ditambah lagi memikirkan logistik rumah yang budgetnya naik dua kali lipat. Masih mending kalau harganya yang naik, kalau sampai hilang dari peredaran? Mencoba santai sejenak dengan meraih hape. Lah semua sibuk membicarakannya. Bukannya rileks tapi bertambah cemas dengan angka kematian korban yang terus bertambah. Akhirnya semua itu  membuat emak lebih ganas dari si corona.

            Dalam waktu sempit, yuk sempatkan tetap punya waktu me time biar menjadi emak yang waras. Sebab emak yang waraslah yang menjadi garda terdepan menghadapi perang wabah yang sedang mencekam ini. Emak waras maka sekeluarga pun akan waras.

            Bagaimana caranya emak bisa tetap sehat jiwa dan pikiran ? Lakukan hobi. Saking hiruk-pikuknya, emak terkadang lupa kalau punya hobi . Yuk...mulai lagi kegiatan apa yang menyenangkan buat kita. Misalnya untuk emak-emak yang punya hobi menjahit, senang melihat postingan teman yang akhirnya hobi tersalurkan dengan menjahit masker, selain bahagia bisa juga dipakai sendiri. Yang hobi memasak langsung eksekusi, yummy rasanya melihat postingan menu masakan berseliweran di time line. Yang hobi berkebun silahkan, sehat mata kita melihat jepretan bunga dan daun hijau segar. Yang hobi baca buku bisa pesan di saya ya.. atau yang hobi menulis, mari sempatkan menulis. Wah..kalau gak sempat juga, cobalah me time dengan mandi.

            Ah, mandi? Benar sekali Mak. Dalam waktu sempit mari sempatkan me time dengan mandi. Bagaimana bisa? Bisalah kalau mandinya dengan parfum. Apa mandi dengan parfum ? Ya, mandilah dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

            Mengapa dengan harus mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ?
1.  Vitalis  body wash adalah Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

            Saat ini  Vitalis merupakan market leader di  pasar female fragrance dan tumbuh double digit setiap tahunnya. Sebagai market leader, tentunya Vitalis memiliki expertise yang sangat tinggi dalam  hal parfum. Vitalis memahami trend parfum yang terjadi baik di pasar global maupun di Indonesia, juga memahami olfactive (karakter parfum)  yang disukai atau sesuai dengan konsumen di Indonesia. Vitalis banyak sekali melakukan riset, studi dan eksperimen untuk meningkatkan keahliannya dalam hal parfum ini.
            Vitalis ahlinya parfum kemudian bergerak ke sabun mandi. Kenapa sabun mandi? Pada pertengahan tahun 2019 lalu, Vitalis membawa expertise-nya di bidang parfum ke dalam produk body wash yang dalam pembeliannya sangat ditentukan oleh aroma parfumnya. Sedangkan Vitalis sangat memahami tentang parfum. Dengan demikian kita yakin Vitalis Body Wash akan mampu memberikan pengalaman mandi yang lebih baik. 
            Tentu semua kita sudah tahu apa manfaat parfum atau wewangian. Wewangian dapat  memperbaiki suasan hati, menjadi rileks dan santai, dapat menyembuhkan sakit kepala bahkan dapat menyembuhkan insomnia.

2. Tersedia varian pilihan

            Ada tiga varian Vitalis Body Wash, yaitu White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty.


            White Glow memberikan manfaat skin brightening untuk kulit terlihat lebih cerah,  terasa halus, dan lembut. Parfum yang digunakan untuk varian ini mempunyai top note  dengan aroma buah-buahan dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis PerfumedMoisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar. 


              Fresh Dazzle memberikan manfaat skin refreshing untuk kulit terasa segar, halus  dan lembut. Parfum yang digunakan untuk varian ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidan dari teh hijau, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.



            Soft Beauty memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminin, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal halus dan  lembut.

3. Tekstur lembut

            Selain aroma parfum, konsumen juga menyukai sabun mandi yang tidak membuat kulit kering sehingga peranan moisturizer dalam formula sangatlah penting. Untuk memastikan kelembaban kulit setelah pemakaian, Vitalis menambahkan high quality moisturizer.

4. Kemasan praktis

            Kemasan Vitalis Body Wash dalam bentuk botol mudah digemgam dan tidak gampang tumpah. Warna kemasan yang menggoda mata dan terkesan mewah. Ada ukuran 100 ml, 200 ml, 250 ml, dan 450 ml dan tersedia juga kemasan isi ulang. Label kemasan memuat informasi cukup lengkap, bahkan ada logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta terdaftar di BPOM. Gak perlu ribet muter-muter tutup botolnya, cukup tekan satu sisi tutupnya, maka emak akan dapatkan semerbak parfumnya.

5. Harga terjangkau

            Nah, kalau ngomongan harga murah, pasti emak-emak auto melotot. Untuk Vitalis Body Wash bottle 200 ml  berharga Rp 18.000,-, harga berbeda tiap daerahnya. Tapi jangan takut, Vitalis Body Wash mudah terjangkau dan mudah didapatkan di mini market terdekat ya Mak.

            VitalisPerfumed Moisturizing Body Wash adalah body wash yang memiliki “superior parfum” dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia.   Memberikan pengalaman mandi parfum yang tidak pernah dialami sebelumnya.

            Vitalis membantu emak Indonesia menjadi semakin percaya diri,  bersemangat dan tetap waras dalam menikmati hari-hari genting ini. Percayalah badai akan berlalu dan Tuhan tetap menjaga waktu tenang ataupun tegang.


Jumat, 06 September 2019

Virtual Coordinator Training, Guru Penjaga Tol Langit Pendidikan



Awalnya aku hanya sekedar melihat, tak berhasrat untuk mengetahuinya. Sebagai alumni pascasarjana tentu tuntutan untuk mengembangkan diri itu ada. Tuntutan guru mulia karena karya itu ada.  Berhubung saya masih mempunyai bayi yang sekarang berusia delapan bulan, membuat saya membatasi diri ‘jadi ibu yang baik dan benar sajalah dulu’ pikirku. Bahkan kemarin saya tidak bisa berangakt ke ibukota provinsi untuk mengikuti Olimpiade Guru Bahasa Indonesia batal meski saya sudah lolos administrasi dan artikel ilmiah sebagai prasyarat mengikuti OGN tersebut.
Teman saya, Siti Zakia, yang juga instruktur di VCT 45 BATCH 3, selalu men-share kegaitan Seameo di grup alumni pascasarjana. Mulai dia akan presentase di Sarasehan Dalam Jaringan (SADAR), lomba hibah penelitian Seameo bahkan Camp Soar Seameo di Bali 2018 silam. Aku pun tak ingat apakah aku pernah mendaftar kegiatan VCT ini. Tiba-tiba saya sudah masuk dalam sebuah grup VCT 45 wilayah Sumatera Bacth 3. Karena belajarnya hanya sejangkauan jari, atinya hanya lewat hape, saya pikir tidak salah saya ikuti. Toh, saya masih bisa tetap menggendong bayi saya sambil mengikuti vicon mereka.
            Akhirnya pikiran saya terbuka ketika mengikuti diskusi virtual tantangan industri 4.0 dan cara menyikapinya yang langsung dibawakan oleh Dr. Gatot Hari Priowirjanto pada tangal 5 Maret 2019 lalu dalam rangka pidato pembukaan kegiatan VCT se-Indonesia.
Beberapa hal yang beliau sampaikan adalah:
1. 1.   Seameo (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) adalah organisasi antar pemerintah regional yang didirikan pada tahun 1965 di antara pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama regional dalam pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya di wilayah tersebut. Pembuat kebijakan tertinggi pada organisasi ini adalah SEAMEO Council, yang merupakan menteri pendidikan dari 11 negara Asia Tenggara: Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Sekretariat SEAMEO terletak di Bangkok, Thailand.
2. 2.    Seamolec (SEAMEO Regional Open Learning Centre) adalah salah satu dari 24 pusat yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan memiliki fokus bidang Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Dengan berbagai program yang menjadi tugas intinya, seperti; pelatihan, konsultasi, riset dan pengembangan, dan penyebaran informasi, SEAMOLEC membantu negara-negara anggota SEAMEO untuk menemukan solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas manusia melalui PTJJ. Tugas utama SEAMOLEC adalah membantu berbagai institusi dan negara, terutama di Asia Tenggara, dalam mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan dan menemukan solusi alternatif melalui pemanfaatan PJJ terutama yang berbasis TIK. Itulah sebabnya dalam setiap flyer yang ditampilkan ketiga logo lembaga ini ditampilkan berurutan dan proporsional. Dimulai dari logi Seameo, Seamolec dan logo Tut Wuri Handayani Kemendikbud.
3.    Virtual Coordinator Training  (VCT) adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC untuk mempersiapkan guru dalam pembelajaran jarak jauh yang berbasis Webex. Dengan mengikuti pelatihan ini, Guru akan dibimbing agar siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh, baik sebagai host, moderator, maupun pemateri (presenter). VCT ini merupakan bagian dari persiapan Indonesia menghadapi era Industri 4.0, dimana salah satunya adalah kolaborasi/kerjasama antar negara, antar provinsi, antar MGMP, antar sekolah, untuk meningkatkan pengetahuan, skill,pertukaran ilmu pengetahuan, maupun BEST PRACTICE antar sekolah, di tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi, maupun Negara.
4.    Video Conference (vicon)  membuka batasan waktu, tempat dan dana untuk guru terus belajar. Ke depannya kegiatan Kemendikbud baik seminar, diklat ataupun PPG akan berbentuk vicon untuk menghemat dana.
5.    Ada bantuan PSMK untuk sekolah SMK yang mengharuskan sekolah penerimanya harus memiliki minimal satu alumni VCT.
6.    Kegiatan VCT mengharuskan peserta melakukan tugas 2x sebagai host, 2x sebagai moderator dan 2x sebagai presenter. Seorang host bertugas membuka acara, memperkenalkan presenter dan moderator, menyerahkan kegiatan pada moderator, mengatur tampilan shooting camera dan microfon peserta saat vicon dan membantu moderator selama acara berlangsung demi kelancaran vicon. Tugas moderator antara lain memperkenalkan presenter,  memberi kesempatan pada presenter untuk menyampaikan materi, dan merekap pertanyaan peserta dari kolom chatting. Sementara tugas presenter adalah memaparkan materi dengan singkat padat dan berisi, menjawab pertanyaan peserta vicon,  mengakhiri kegiatan dengan menyampaikan kesimpulan rangkuman pernyataan sebelum mengakhiri materi.
7.    Peserta akan mendapatkan sertifikat untuk satu tahun dan dapat diperbaharui bila masih aktif dalam kegaiatan VCT
Lalu apa yang terasa meng-exciting saya adalah sensasi belajar hal-hal baru terlebih karena saya memang menyukai hal yang berbau internet dan teknologi. Sudah belajarnya bisa lewat hape jadi tidak perlu pergi ke luar kota meninggalkan anak di rumah. Selanjutnya saya bisa sambil belajar dan mengasuh bayi saya. Hal-hal baru tersebut antara lain :
1.    Belajar menjadi seorang virtual coordinator.
Seorang virtual coordinator harus memiliki kecakapan mengelola pelatihan atau pembelajaran berbasis dunia maya menggunakan platform video conference. Dimulai dengan merancang kegiatan dari awal hingga publikasi ke sosial media.

Kegiatan persiapan meliputi :
a.    Membuat flyer atau poster digital untuk mengajak dunia luar bergabung. Tool yang dapat digunakan seperti Photoshop Coreldraw, Powerpoint atau yang berbasis on line seperti postermywall.com.
b.    Menulis narasi kegiatan untuk mendukung flyer yang telah dibuat. Virtual Coordinator harus mempunyai kecakapan menulis narasi berisi pengetahuan awal tentang hal yang akan disampaikan, jadwal kegiatan serta informasi link  video conference, room number dan password.
c.    Melakukan rekrutmen peserta secara on line jika kegiatannya terbatas pada kalangan tertentu melalui diantaranya Google form.

Kegiatan vicon antara lain :
a.    Melakukan kegiatan video conference.  Tool yang dipakai adalah Webex karena memiliki kekuatan gambar dan video yang stabil, membuat room pertemuan secara mandiri baik dari hape maupun dari laptop, tambahan lagi website memiliki fitur-fitur yang sederhana dan mudah dipelajari dibanding vicon yang lain seperti Edmodo, Google Hangouts atau Skype for business. Webex ini sudah sangat familiar bagi teman saya para anggota Oriflame atau NU Skin karena mereka sering ditraining lewat Webex. Hai ini sangat menggelorakan saya karena Webex dapat dipakai dalam pembelajaran.

Webex dapat didownload di playstore bila melalui hape atau membuka websitenya bila dari laptop. Seorang VC juga harus mengenal dan dapat atau presenter.
Hal yang sangat berkesan adalah saat saya menjadi presenter ternyata suara tangis bayiku dan suara suami yang menenangkannya terdengar oleh peserta lain dan ikut mewarnai rekaman vicon saya juga. Sepintas membuat saya tengsin tetapi justru saya mampu mengalahkan berbagai rintangan untuk menyelesaikan tugas-tugas di VCT ini. Di pertengahan jalan saya sudah ingin keluar karena jadwal saya presentasi dua kali diundur karena anak saya sakit. Bersyukur saya dapat menyelesaikan apa yang sudah saya mulaii.
b.    Membuat ppt minimal sepuluh slide untuk disajikan sebagai presenter dan mampu men-sharenya saat vicon berlangsung.
c.    Membuat presensi kegiatan on line sebagai dokumentasi peserta yang mengikuti kegiatan presentasi ini dapat dilakukan di Google form atau Zoho serta mampu men-share presensi ini untuk semua peserta. Kemudian mampu me-recordnya di Google Spreadsheet dan mengubahnya ke bentuk pdf supaya tidak dapat diisi atau diedit orang lain lagi.
d.    Memperpendek link yang panjang. Absensi online yang kita buat tadi di Google Form itu mempunyai link yang panjang dan seharusnya diperpendek agar pemirsa dapat mengetik ulang link yang sudah dibagikan. Nama link juga dapat diganti dengan nama khusus supaya cepat dibaca dan dibedakan. Misalnya untuk absen sesi pertama dapat diberi nama absensesi1 dan seterusnya, hindari juga menggunakan huruf kapital atau huruf kecil. Memperpendek link ini sangat menjawab kebutuhan saya selama ini. Misalnya selama ini saya bila mengikuti lomba blog yang mengharuskan peserta men-share link ke media sosial dan sering terkagum bila ada peserta yang men-share linknya dengan nama yang unik dan singkat.
e.    Mendokumentasikan kegiatan dengan  merekam layar melalui DU Recorder atau V Recorder di HP sementara untuk laptop bisa menggunakan Camtasia atau Fastone.

Kegiatan akhir berupa :
a.    Mengupload video kegiatan VCT ke youtube sebagai dokumen dan juga dapat menjadi bahan referensi bagi orang lain.
b.    Membuat laporan presensi menjadi host, moderator dan presenter dengan menyatukan absen dan flyer berdasarkan tanggalnya ke kantong tugas. Di sini juga seorang VC belajar mencompress atau meresize file atau foto keukuran yang lebih kecil.
c.    Mampu mencari dan mengunduh sendiri sertifikat on line VCT dari ribuan sertifikat peserta.
2.    Mampu bekerja sama, berkolaborasi dan bersinergi dengan guru-guru hebat
Siapa sangka saya bisa bertemu dengan Ibu Winarti, guru kimia di SMK Tanjung Balai atau Ibu Tiomas, guru bahasa Indonesia SMP di Langkat. Semua dipersatukan dalam sebuah grup VCT. Seluruh peserta VCT 45 batch 3 berjumlah 200-an bergabung dalam sebuat grup whatsapp sehingga kita harus aktif dan selektif membaca informasi. Terkadang kita harus ‘memanjat’ atau scrool jauh ke atas bila sehari saja tak membuka obrolan grup. Bersyukur saya mendapat ilmu baru untuk memberi tanda bintang untuk setiap pesan penting dan segera menghapus ratusan chat setiap harinya. Selain kita lebih cepat mendapatkan informasi, hape juga jadi lebih terasa ‘lebih ringan’.
Selanjutnya setiap peserta yang akan bertugas esok harinya akan dimasukkan ke dalam grup kecil untuk lebih memudahkan kordinasi pembagian tugas. Siapa yang menjadi host, presenter dan moderator setiap sesinya dan mempersiapkan atau mencek keperluan yang dibutuhkan seperti flyer atau absensi.
3.    Semangat VCT ini sebenarnya ingin saya tuang di blog, tetapi berhubung saya masih ‘kudis’ kurang disiplin belum saya posting juga. Padahal banyak ilmu baru yang saya dapat untuk mengembangkan ilmu blogging saya. Misalnya ternyata ada gerakan Sagusablog atau Satu Guru Satu Blog yang merupakan salah satu kanal Ikatan Guru Indonesia.
Akhirnya, semua kesan mengikuti VCT ini saya tuangkan di antologi 3 ini sebagai bagian mengawetkan pikiran, meninggalkan jejak ilmu, menambah koleksi literasi Indonesia. Terima kasih kepada Seameo yang telah memfasilitasi alumni untuk menerbitkan buku digital ber-ISBN dalam bentuk antologi.
sertifikat vct