Curhatan Bunda

Senin, 17 Desember 2018

Five Little Happines of Nursing Mom


Ibu menyusui pasti bahagia bila baby sehat, tidak rewel, ngASI lancar, berat badan  bayi selalu naik dan pertumbuhannya normal. Ibu pun berjibaku setiap detiknya demi semua itu.

Mulai dari baby bangun, disusui, muntah, ganti baju, pipis, ganti celana, nyusui lagi, digendong, dininabobokan, tidur, letakkan, eh sudah bangun lagi. Begitulah setiap hari di bulan-bulan pertamanya sampai terkadang ibu lupa bahagia, lupa menikmati kebahagiaan itu sendiri.

Padahal kebahagiaan ibu menyusui itu sebenarnya ada dalam hal-hal kecil ini

1. Bisa Tidur


Yup, bisa tidur saat baby tidur adalah kebahagiaan tersendiri. Soalnya baby tiga bulan itu seperti matahari terbalik, siang tidur, malam melek. Alahasil, mama akan begadang, kurang tidur. Gawatnya lagi bagi working mom, gak kebayang ngantuk beratnya di kantor.

Susahnya lagi saat baby tidur, terkadang ibu gak sempat berpikir untuk tidur karena rentetan pekerjaan rumah sudah mengantri.  Begitu bayi terlelap, maka ibu sudah terhipuh-hipuh matanya kepada gorengan ikan, tangannya mengupas bawang dan kepalanya kepada uang sekolah si kakak sudah dibayar apa belum.

Baiknya untuk pekerjaan rumah sebelum lahiran dibicarakan. Bila ada dana, silahkan panggil ART. Bila ada keluarga dekat, jangan sungkan minta tolong. Bila masih kuat, ya silahkan kerjakan sendiri. Bila sudah tidak kuat, biarkan sajalah pekerjaan rumah itu yang penting Ibu dan bayi harus sehat.

Kalau saya, saat bayi masih bermain pun dan saya lelah, saya akan minta suami menggendongnya. Bisa tidur sepuluh menit saja pun rasanya sudah bahagia dan bisa fresh kembali.

2. Bisa Main Hape


Aduh yang ini belum bisa tidak deh. Tiap detik terkungkung dalam keterbatasan badan yang masih lemah pasca melahirkan terlebih lagi bagi yang sesar sering membuat kita seperti terisolasi. Bermain hape dapat membuka terali keterkungkungan tadi. Bermain hape bisa melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.

Apalagi nih saya ya, menulis itu adalah me time. Saya bisa curcol lewat tulisan, termasuk tulisan saya yang ini nih. Karena keterbatasan waktu, saya ngetik ini semua di hape loh.


Tapi ingat ya, jangan main hape saat mengASIhi. Kalau saya biasanya main hape saat bayi tidur atau curi-curi waktu saat sedang menggendongnya.

3. Bisa 'Jongkok'

Paling jengkel itu ya, kalau lagi jongkok di kamar mandi terus tangis bayi  berderai-derai di sebelah. Buyaaar deh kontemplasi 😀.

Paling enak itu saat bayi tidur atau ada seseorang di rumah untuk dimintain tolong menggendongnya maka kita bisa tarik nafas pelan-pelan....., dorong pelan-pelan.....leeeegaaa 😀


4. Bisa Ngobrol


Aduh butuh telinga seseorang untuk ngobrol apalagi saat sindrom baby blues menyergap.

Perasaan bersalah, perasaan tidak layak, perasaan tidak sanggup membuat ibu bersedih bahkan sampai terisak-isak. Duh, pundak mana, pundak mana 😢.

Carilah teman ngobrol misalnya di grup ibu menyusui atau teleponlah teman terdekat bahkan meminta waktu suami sebentar saja sebelum malam semakin larut.


5. Bisa Melihat Bayi Tersenyum


Kalau yang ini sih, bukan small happiness lagi tapi kebahagiaan terbesar seorang ibu.


Jadi, yuk sering tersenyum bunda biar bayi kita tersenyum. Bayi tersenyum, kan kita bahagia.

Dan ternyata bahagia itu datang dari hal-hal terkecil. So, jangan lupa tersenyum 😀, jangan lupa bahagia 😉.

Jumat, 14 Desember 2018

Teleponlah Ayahmu Sekarang


Tak banyak yang bisa kukenang darinya tapi sepanjang aku bisa mengingat kebersamaan kami, betapa aku tahu ia sangat menyayangiku

Selasa, 11 Desember 2018

Five Reason Why You Should Be Love Cooking


Yang namanya emak-emak pasti wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ya namanya juga ibu rumah tangga kan. Ada yang terpaksa, ada yang wajib, ada yang suka bahkan sampai ada yang sangat mahir.

Ternyata latar belakang kebiasaan keluarga juga mempengaruhi loh bagaimana sikap kita terhadap berbagai pekerjaan rumah tersebut. Misalnya saja saya, karena saya anak pertama, anak paling besar sehingga sering disuruh menjaga adik-adik. Selain itu ada juga faktor gender, contohnya saya perempuan sendiri, jadi sering kebagian memberesi dalam rumah, sementara membersihkan halaman tugas adik yang laki-laki. Faktor kemudahan atau fasilitas juga ada, seperti bila kami ke ladang, saya tidak kuat mencangkul. Jadilah adik laki-laki yang mencangkul dan saya disuruh pulang untuk memasak.

Dari sekian banyak pekerjaan rumah tangga, memasak adalah pekerjaan yang harus ibu lakukan. Terlepas dari latarbelakang keluarga kita masing-masing dan terlepas kita suka atau tidak suka, mahir ataupun amatiran.

Berikut adalah alasan mengapa moms wajib bisa memasak,

1. Menjaga Kesehatan Keluarga


Pastilah seorang ibu menjaga kebersihan bahan makanan, kebersihan pengolahannya hingga kebersihan penyajiannya. Selain itu, moms juga akan memilih kualitas bahan yang terbaik. Mulai membeli bahan makanan, sebab beda kualitas ikan senangin yang empat puluh ribu sekilo dan yang tiga puluh ribu sekilo. Moms juga akan menjamin pengolahan  makanan bebas pewarna dan pengawet bahkan penyajiannya pun moms akan pastikan fresh from the oven.

2. Menjaga Keuangan Keluarga


Memasak sendiri pasti lebih hemat. Beli tahu lima ribu rupiah bisa untuk sekali makan buat keluarga. Selain itu, memasak sehat membuat keluarga sehat sehingga keuangan keluarga pun akan terjaga. Lalu bila ada yang sakit juga, moms juga pasti berusaha memberi obat lewat masakan. Misalnya saja, bila anak-anak flu biasanya saya akan masak sup ayam atau bubur ayam jagung. Bila anak batuk maka saya hindari dulu ikan gorengan dan lebih cenderung memasak sup-supan.

3. Menjaga Kesabaran Keluarga


Memasak menuntut kesabaran ibu. Sang ayah mau udang digulai, Si ibu mau udang goreng sambal sementara si anak mau udang goreng tepung. Ibu harus sabar dengan semua pilihan itu. Apakah ibu harus sabar mengolah tiga jenis udang itu dalam sekali masak atau anggota keluarga yang harus sabar menunggu jenis masakannya digilir dulu.

4. Menjaga Kreativitas Keluarga


Moms pasti terus belajar memasak dari respon semua keluarga. Bila makannya lahap, berarti moms akan mempertahankan resep andalannya. Bila kurang lahap, maka moms akan memperbaikinya lagi. Bukan hanya soal rasa, dari segi bentuk juga. Walau tidak semahir chef profesional menyajikan menu, moms bisa juga belajar sedikit-dikit membentuk bunga dari wortel.

Mengkreasi wortel berbentuk bunga


Moms juga akan berkreativitas menghemat uang belanja di saat paceklik ekonomi keluarga. Misalnya yang tadinya ikan beli sekilo, jadi beli delapan delapan ons saja dan menggantinya dengan tahu atau tempe. Ikan tetap ada dan keluarga tetap kenyang didorong tahu tadi.

5. Menjaga Keharmonisan Keluarga


'Masakan mama', itulah yang paling ngangeni saat anak merindukan rumah. Bukan karena mama jago masak tapi karena mama memasaknya dengan sepenuh cinta.



Cinta akan kesehatan keluarga, cinta akan keuangan keluarga, cinta akan kesabaran dan kreativitas bahkan cinta akan keharmonisan keluarga adalah bumbu-bumbu yang diolah dengan mahir oleh tangan cekatan bunda di dapur sehingga lahirlah resep andalan bunda yang akan dikenang oleh anak-anak sebagai resep andalan 'Masakan Mama'.

Jumat, 07 Desember 2018

FIVE THINGS TO LOVE IN 2019


Perencanaan adalah prinsip pertama dalam ilmu manajemen. Setiap perusahaan, instansi, organisasi dan yang lainnya pasti melakukan evaluasi  di akhir tahun untuk dipakai dalam perencanaan di awal tahun berikutnya. Perencanaan yang baik telah menyelesaikan setengah dari tujuan. So, let your dream come be true.

Secara pribadi saya pun demikian, setiap akhir tahun saya menuliskan apa yang disyukuri dan apa yang akan diperbaiki tahun berikutnya. Kemudian saya (kami sejak menikah) akan mendoakannya di malam pergantian tahun. Ingat, man propose but God dispose.

Menuliskan resolusi 2019, saya membuka kembali resolusi 2017 di sini dan 2018 di sini. Sejak belajar menjadi penulis, ternyata kita must be brave to publish your life, karena itu bagian dari branding.

Resolusi 2017 banyak tertunda khususnya penyelesaian studi karena kami sakit. Bersyukur kami bisa wisuda bersama di bulan yang sama  tahun 2018 meski kami  mulai kuliah di tahun yang berbeda dan kampus yang berbeda. 

Berkaca di 2018, maka kesehatan pun masih tetap prioritas di 2019 bahkan di tahun-tahun yang selanjutnya.

Berikut adalah harapanku di 2019, 


1. Jaga Kesehatan


Terlalu abstrak, harus ada yang dilakukan minimal satu untuk menjaga kesehatan. 

Kalau suami sih sudah bisa konsisten renang sekali seminggu. Kalau saya, menjaga jangan terlalu letih. Khususnya dalam pekerjaan rumah, maka kami sepakat memakai jasa pembantu rumah tangga untuk mencuci, menyetrika dan membereskan rumah. 

Sebab letih mengajar di sekolah, letih membereskan rumah, letih mengurus anak-anak dapat membuat letih jiwa. Kita akan mudah marah sehingga kesehatan mental anak-anak akan terganggu.

2. Tuntaskan ASI Ekslusif dan MPASI


Yup, memberi ASI ekslusif itu butuh perjuangan banget loh. Masih ada tiga bulan yang panjang lagi di 2019. 

Terlebih ketika sudah masuk kerja dengan jadwal yang padat. Maka harus konsisten makan bergizi (lebih banyak sayur dan buah). Harus konsisten juga dengan jadwal memerah. Kendor sedikit saja, maka volume ASI bisa berkurang. Begitu seterusnya, bahkan sampai bayi saya nanti MPASI.

3. Memberikan Les Gratis


Memberikan les gratis bahasa Indonesia kepada siswa kelas XII, khususnya anak wali saya sebagai persiapan UNBK.

Les gratis ini adalah ungkapan hati saya yang tercabik-cabik melihat minat belajar anak SMK. Terkadang saya iri lihat anak SMA di kotaku. Pagi belajar, sore les di sekolah, malam masih bimbel (dengan harga jutaan bahkan puluhan juta) lagi sebagai persiapan mereka UNBK.

Les gratis ini juga sebagai jawaban apa yang bisa saya berikan kepada anak-anak untuk membantu mereka ujian. Bantuan diberikan sebelum ujian bukan saat ujian.

Saya juga harus siap patah hati, karena melihat minat belajar anak-anakku, bisa saja saya ditolak alias mereka tidak mau datang. Seperti pepatah orang Batak “haccit mulak mangido, humanciit mulak mangalean’, sakit ditolak meminta, lebih sakit ditolak memberi.

Ya, tiga sajalah dulu dan itu pun sudah cukup besar. Eh, harus lima ya sesuai permintaan BP. Baiklah saya tambahkan lagi.

4. Ikut Seleksi Tim Penulis Soal UNBK


Yup, setelah menerbitkan materi Ujian Nasional selanjutnya saya ingin mengikuti seleksi tim penulis soal UNBK. Syukurnya, seleksi dan proses penulisannya on line . Jadi, saya tidak perlu meninggalkan bayi saya nantinya.

5. Tetap Saja Menulis


Tetap saja menulis. Itu sajalah dulu. Belum berani menargetkan ulang untuk menerbitkan buku dan juga punya tabungan dari menulis karena tiga pekerjaan besar yang sudah saya sebutkan di atas. Tetap saja menulis dan tulisan ini adalah praktiknya.

Kalau kamu, apa harapanmu di 2019 ?

Senin, 03 Desember 2018

Blogger Yang Menjadi Mentor Bagi Saya



Blogger adalah pekerjaan yang cukup dilirik belakangan ini. Banyak yang meninggalkan pekerjaannya menjadi full time blogger. Selain waktu yang tidak terikat  (disukai oleh perempuan yang sedang mempunyai balita), tempatnya pun bisa bebas di mana saja dan tentu saja dapat menjadi sumber penghasilan.

Baca juga : Lima Alasan Mengapa Guru Harus Ngeblog


Akhirnya persaingan semakin meningkat. Blogger harus terus belajar. Saya beruntung mengenal blogger berikut yang sekaligus mentor bagi saya.


1. Thurneysen Simanjuntak



Jauh sebelum bertemu abang ini di dunia blogging, saya sudah mengenalnya secara pribadi di kampus. Saya dan abang ini bergabung dalam organisasi kerohanian dan saat itu dia menjadi ketuanya. Saat kegiatan aksi dana papan bunga wisuda, abang itu mengajakku berkeliling menjajakan teh botol, abang ini sempat bercerita tentang sejarah awal teh botol yaitu seven up. Bagaimana perjuangannya ditertawakan menjual teh dalam botol. Sambil berjualan ia menanamkan semangat pantang menyerah. Sungguh kepemimpinannya menyatu dalam dirinya.

Ketika bertemu lagi di permukaan media sosial khususnya dunia writing, abang ini meneleponku selama dua jam ( waktu itu aku di kereta api pulang ke Rantauprapat) khusus menyemangatiku untuk tetap menulis. Darinya aku belajar bahwa harus menulis tiap hari, kadang dia mengetik di android ketika mengantarkan anak les. Langsung tulis dan publish. Editing kadang setelah publish. Satu artikel bisa selesai dua tiga jam sampai publish, lha aku satu artikel bisa dua tiga hari.

Tidak hanya padaku, pada adik-adik yang lain pun akan tetap dimentorinya supaya eksis lewat tulisan. Bahkan di sekolah tempatnya mengajar, dia menjadi pembina ekskul menulis dan berhasil mencetak siswanya menjadi penulis.

Saat ini abang ini giat menulis di Kompasiana, blog pribadinya dan juga berbagai lomba menulis. Katanya dari menulis saja, abang ini tidak pernah ganti hape lima tahun terakhir dari kocek pribadinya.

Konsistensinya dalam menulis membuat dia kerap diundang menjadi pembicara dalam seminar kepenulisan. Saya yakin kelak dia akan go nasional dan go internasional.

2. Ira Guslina



Saat blogwalking, aku mengetahui Mbak ini sedang mengadakan giveaway bertema ASI. Langsung saja saya ikut serta dan beruntung sebuah mi-fi nyangkut saat itu.

Seterusnya saya pasti membaca blog Mbak ini setiap bulannya, karena awal bulan pasti ada rangkuman berbagai info lomba blog. Lomba blog dapat dijadikan inspirasi untuk menulis dan dead line-nya memaksa kita untuk disiplin menulis.

Selanjutnya kami memang sering berkomunikasi. Lewat WA banyak juga saya dimentori. Satu sarannya untuk saya segera hijrah ke blog berbayar supaya pintu rejeki banyak terbuka belum terealisasi.

Satu hal yang saya pelajari adalah semangat menulisnya. Ketika anak ketiganya baru lahir saja, Mbak ini masih tetap posting tulisan. Bahkan saat ini Mbak ini sedang melanjutkan studi S2 pun masih tetap setia mengisi blog Dunia Biza-nya.

3. Ani Berta


Salut kepada eda yang satu ini, berani meninggalkan pekerjaannya demi menjadi full time blogger.

Eda berdarah Batak-Sunda ini sering menjadi pembicara di talk show blogging dan menjadi pendiri berbagai komunitas blogger seperti ISB (Indonesian Sosial Blogpreneur). Wajar saja memang karena eda ini blogger serba bisa. Beragam niche bisa ditulisnya mulai dari kuliner, life stly, teknologi, blogging dll.

Loh, kok cuma tiga saja? Yup, saya ini orangnya pendiam, kurang berani untuk memulai berbicara. Dalam blogwalking pun demikian, singgah membaca tetapi tidak meninggalkan jejak.

Saya tahu (tapi tidak kenal secara pribadi) beberapa blogger yang lainnya. Seperti Mbak Ya Yat, blogger perempuan yang doyan sport. Mbak Nur Alfi yang mulai kece dengan tampilan fotografinya. Mbak Alaika, admin BP yang bahasa Inggrisnya cas cis cus. Mbak Muyassaroh di Eistrilook Community dengan list article-nya.

Kita memang harus banyak berteman dengan sesama blogger. Keuntungan selain banyak belajar, kita juga akan segera mendapat pembaca setiap kali posting tulisan dan syukur-syukur bisa juga menjadi buzzer.

Kalau Kamu, siapa blogger kesukaan Kamu?





Sabtu, 01 Desember 2018

Lima Tips Sederhana MengASIhi Dengan Sehat

Yuuuhuy, sudah sampe saja di Desember, bulan ceria sekaligus rempong. Berhubung ini weekend, so kita bahas yang ringan-ringan saja ya..


MengASIhi ( memberi Air Susu Ibu) itu sejatinya penuh tantangan. Seribu satu macam, A sampai Z. Berbahagialah bunda yang mampu berjuang mengalahkan rintangan itu.

Bayi tidak mau nyusu dan terkadang mau nyusu saja kerjanya. Bayi yang susah tidur dan yang maunya tidur saja. ASI yang deras dan ASI yang mampet. Puting yang keluar dan puting yang masuk. Payudara yang kencang dan payudara yang lembek. ASI yang encer dan ASI yang kental. ASI langsung dan ASI perah. NgASI working mom dan ngASI full time mom. Pokoke banyak lagi deh serba-serbinya.

Baca juga : ASI, Obat Mujarab PJB Bayiku

Berikut adalah tips sederhana mengASIhi :

1. Selalu Cuci Tangan


Mengapa harus cuci tangan dan bagaimana mencuci tangan yang benar tentunya sudah banyak kita ketahui. Cuci tangan yang benar sudah banyak dipelajari di sekolah sebagai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sayangnya karena panik mendengar tangisan bayi, kita terburu-buru mengangkat bayi. Padahal seharusnya kita harus selalu cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi, khususnya new born baby.


2. Selalu Pakai Baju Bersih


MengASIhi akan membuat kita selalu berkeringat, terlebih karena sering minum air hangat supaya ASI banyak.

Belum lagi bayi yang sering pipis membuat baju kita kerapkali basah, terkadang sampai kering di badan karena baru saja pipis dan kita gantikan bajunya, eh, sudah pipis lagi.

Jadi, keringat dan pipis bayi selain menimbulkan penyakit, aromanya juga akan mengganggu bayi sehingga enggan untuk menyusui.


3. Selalu Sediakan Air Putih dan Cemilan


Tak dapat dipungkiri, tiap kali selesai memberi ASI pasti kita kelaparan.

Terkadang tidak sempat untuk makan, terlebih saat bayi dalam growth spourt alias percepatan tumbuhnya diusia dua minggu, tiga bulan dan enam bulan.  Maka menyediakan cemilan di kamar dapat mengganjal perut juga untuk bekal mengisi payudara yang sudah kosong tadi.


4. Jangan Main Hape


Terkadang jenuh juga menghadapi bayi setiap menitnya sehingga kita mengalami baby blues. Belum lagi saat dia nenbo alias nenen bobo, ngisap sambil tidur bisa sampe lama sehingga kita mencoba bermain hape menghilangkan kepenatan itu.

Tapi saat mengASIhi jangalah bermain  hape. Usahakan fokus ke bayi. Dia bisa loh protes dengan menghentak-hentakkan kakinya minta diperhatikan.

5. Tatap Mata Dengan Kasih


Usahakan selalu menatap matanya dengan sayang saat menyusui. Mata dapat berkomunikasi. Mata dapat melihat kasih sayang bundanya. Bayi akan lebih tenang saat didekap bundanya. Saat menatapnya dengan kasih sayang, bisikkan dengan lembut, i love you.

Itulah lima tips sederhana mengASIhi bayi. Cukup mudah kan bunda ?