Jangan pernah mencoba mengatur waktu Tuhan. Sebab hanya Dia yang mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaNya. Bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera, masa depan yang penuh harapan.
Begitulah aku mencoba memaksa Tuhan menjawab doaku di 12 Agustus 2014. Aku ingin saat ulang tahun pertamanya dia sudah sembuh total. Usia enam
bulan pertamanya, lubang itu sudah mengecil saat di EKG. Saran dokter untuk
diperiksa kembali saat berusia satu tahun.
Aku mencoba menjumpai Prof.Afif di akhir Juli. Semoga beliau
mengizinkan putri cilikku di EKG kurang beberapa hari sebelum hari H. Aku berharap
izin itu menjawab doa kesembuhan supayalah penuhlah sukacita kami tepat saat
perayaan pertama tahun bahagianya. Ternyata dokter sarankan lewat beberapa hari
setelah ulang tahunnya.
Wah, pas di hari itu. Aku tak boleh murung hanya karena
harapanku tak berwujud. Aku tak boleh egois, langsung diam dan mengurangi
kebahagiaanku. Mengapa tak bersyukur bahwa Tuhan sudah memberi kesempatan
membesarkan putri keduaku dengan selamat selama satu tahun. Seandainya bila dia di EKG, lalu hasilnya bilang belum tertutup, apakah aku tetap bahagia atau seperti biasa akau akan merengek-rengek dan merajuk padaNya. Ah, aku tak boleh berlaku begitu kepadaNya dan kepadanya, putri manisku. Dia yang sudah kuminta dari Tuhan. Lantas karena ada sedikit
kekurangan lantas aku ingin mencampakkannya. Ah Diana, dia insan berharga, dia milik Sang Pencipta. Jangan pernah menggemgamnya
dalam tanganmu. Apapun yang terjadi padanya itu sepengetahuanNya. Tak sehelai
rambutnya pun dibiarkan terjatuh tanpa sepengetahuan Sang Penguasa.
Syukurilah kau diberi kesempatan membesarkan, khususnya melalui
hari-hari di sepanjang tahun pertama kehidupannya. Pergumulan berbulan-bulan
menerima keputusanNYa. Doa berminggu-minggu supaya ASI lancar dengan berbagai sayuran dan obat pelancar. Latihan berminggu-minggu menyuarakan
pada pikiran sendiri "jangan stres supaya ASI lancar". Belajar dan belajar lagi
metode ASI yang tepat untuknnya. Betapa dia hanya tahan 10-15 menit mengisap,
lalu berhenti lagi seolah-olah ASIku habis padahal ASI tak akan pernah habis. Hanya karena
mengingat bahwa ASIlah makanan paling baik di seluruh dunia yang bisa menutup
lubang kecil itu. Mengharapkan mujizat terjadi setiap bulan saat akan
imunisasi dan berat badannya akan bertambah walau hanya beberapa ons.
Berterima kasih atas malam-malam panjang kau belajar dari AIMI, HHBF, dan Forum Diskusi PJB. Berterima kasih
kepada kepala sekolah yang telah mengizinkanku meninggalkan kelas
asal aman terkendali demi menyetor ASI sekali satu atau dua jam. Aku belum
belajar membuat ASI perah saat itu. Suami khawatir justru semakin tidak bersih atau steril. Lagipula selain akan semakin banyak dan lancar bila sering
diisap, aku ingin bonding kami berdua semakin melekat. Mendoakan supaya ASI menjadi obat dan membisikkan kasih sayangku betapa dia sangat dicintai dan
disayangi.
Setelah fakta bahwa lubangnya semakin kecil. Aku semakin
semangat memberinya makan di enam bulan pertamanya. Belajar bahwa memberi buah
minimal 30 menit sebelum makan akan memaksimalkan penyerapan gizi, maka aku
selalu memvariasikan jus buah apa yang harus kuberi. Belajar bahwa memberi
double karbo dan double protein mempercepat pertambahan berat badan, maka aku
selalu melihat jenis karbo dan jenis protein apa yang paling tinggi. Balajar bahwa
anak kecil perlu diberi lemak tambahan, maka aku berburu mencari minyak zaitun. Kalau minyak zaitun untuk kecantikan banyak beredar, tetapi minyak
zaitun untuk makanan itu semacam barang mahal di kotaku yang kecil ini.
Begitu banyak alasan untuk bersyukur. Akhirnya aku mengajak
suami berfoto studio. Foto yang terpajang besar di ruang tengah rumahku. Gambar yang
kujadikan foto sampul FBku sebagai pengingat betapa kuharus bersyukur atas usia
satu tahunnya itu.
![]() |
| Foto Bersama 12 Agustus 2013 |
Saya dan suami sepakat akan membuat perayaan bersama
keluarga besar kami pada tanggal 26 Agustus, bersamaan ulang tahun kakaknya
yang ketiga. Iya, aku hanya mempunyai dua orang putri yang bulan kelahirannya
sama di bulan kemerdekaan kita.
![]() |
| Perayaan Ulang Tahun Pertama Gifty bersama kakaknya 26 Agustus 2013 |
Akhirnya, doa itu terjawab di akhir bulan. Hasil EKG menyatakan bahwa kebocoran jantung bayiku sudap
tertutup. Terima kasih Tuhan. Inilah kado terindah buat putriku di ulang
tahunnya. Kado yang diberikan dalam waktu Tuhan. Kami menamainya Gifty Charisa
boru Marpaung. Kado pemberian Tuhan.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger











