Curhatan Bunda

Selasa, 24 Mei 2016

Kado Pemberian (Gifty Charisa)


Jangan pernah mencoba mengatur waktu Tuhan. Sebab hanya Dia yang mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaNya. Bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera,  masa depan yang penuh harapan.

Begitulah aku mencoba memaksa Tuhan menjawab doaku di 12 Agustus 2014. Aku ingin saat ulang tahun pertamanya dia sudah sembuh total. Usia enam bulan pertamanya, lubang itu sudah mengecil saat di EKG. Saran dokter untuk diperiksa kembali saat berusia satu tahun.

Aku mencoba menjumpai Prof.Afif di akhir Juli. Semoga beliau mengizinkan putri cilikku di EKG kurang beberapa hari sebelum hari H. Aku berharap izin itu menjawab doa kesembuhan supayalah penuhlah sukacita kami tepat saat perayaan pertama tahun bahagianya. Ternyata dokter sarankan lewat beberapa hari setelah ulang tahunnya.

Wah, pas di hari itu. Aku tak boleh murung hanya karena harapanku tak berwujud. Aku tak boleh egois, langsung diam dan mengurangi kebahagiaanku. Mengapa tak bersyukur bahwa Tuhan sudah memberi kesempatan membesarkan putri keduaku dengan selamat selama satu tahun. Seandainya bila dia di EKG, lalu hasilnya bilang belum tertutup, apakah aku tetap bahagia atau seperti biasa akau akan merengek-rengek dan merajuk padaNya. Ah, aku tak boleh berlaku begitu kepadaNya dan kepadanya, putri manisku. Dia yang sudah kuminta dari Tuhan. Lantas karena ada sedikit kekurangan lantas aku ingin mencampakkannya. Ah Diana, dia insan berharga, dia milik Sang Pencipta. Jangan pernah menggemgamnya dalam tanganmu. Apapun yang terjadi padanya itu sepengetahuanNya. Tak sehelai rambutnya pun dibiarkan terjatuh tanpa sepengetahuan Sang Penguasa.

Syukurilah kau diberi kesempatan membesarkan, khususnya melalui hari-hari di sepanjang tahun pertama kehidupannya. Pergumulan berbulan-bulan menerima keputusanNYa. Doa berminggu-minggu supaya ASI lancar dengan berbagai sayuran dan obat pelancar. Latihan berminggu-minggu menyuarakan pada pikiran sendiri "jangan stres supaya ASI lancar". Belajar dan belajar lagi metode ASI yang tepat untuknnya. Betapa dia hanya tahan 10-15 menit mengisap, lalu berhenti lagi seolah-olah ASIku habis padahal ASI tak akan pernah habis. Hanya karena mengingat bahwa ASIlah makanan paling baik di seluruh dunia yang bisa menutup lubang kecil itu. Mengharapkan  mujizat terjadi setiap bulan saat akan imunisasi dan berat badannya akan bertambah walau hanya beberapa ons. 

Berterima kasih atas malam-malam panjang kau belajar dari AIMI, HHBF, dan Forum Diskusi PJB. Berterima kasih kepada kepala sekolah yang telah mengizinkanku meninggalkan kelas asal aman terkendali demi menyetor ASI sekali satu atau dua jam. Aku belum belajar membuat ASI perah saat itu. Suami khawatir justru semakin tidak bersih atau steril. Lagipula selain akan semakin banyak dan lancar bila sering diisap, aku ingin bonding kami berdua semakin melekat. Mendoakan supaya ASI menjadi obat dan membisikkan kasih sayangku betapa dia sangat dicintai dan disayangi.

Setelah fakta bahwa lubangnya semakin kecil. Aku semakin semangat memberinya makan di enam bulan pertamanya. Belajar bahwa memberi buah minimal 30 menit sebelum makan akan memaksimalkan penyerapan gizi, maka aku selalu memvariasikan jus buah apa yang harus kuberi. Belajar bahwa memberi double karbo dan double protein mempercepat pertambahan berat badan, maka aku selalu melihat jenis karbo dan jenis protein apa yang paling tinggi. Balajar bahwa anak kecil perlu diberi lemak tambahan, maka aku berburu mencari minyak zaitun. Kalau minyak zaitun untuk kecantikan banyak beredar, tetapi minyak zaitun untuk makanan itu semacam barang mahal di kotaku yang kecil ini.

Begitu banyak alasan untuk bersyukur. Akhirnya aku mengajak suami berfoto studio. Foto yang terpajang besar di ruang tengah rumahku. Gambar yang kujadikan foto sampul FBku sebagai pengingat betapa kuharus bersyukur atas usia satu tahunnya itu.
Foto Bersama 12 Agustus 2013

Saya dan suami sepakat akan membuat perayaan bersama keluarga besar kami pada tanggal 26 Agustus, bersamaan ulang tahun kakaknya yang ketiga. Iya, aku hanya mempunyai dua orang putri yang bulan kelahirannya sama di bulan kemerdekaan kita.

Perayaan Ulang Tahun Pertama Gifty bersama kakaknya 26 Agustus 2013

Akhirnya, doa itu terjawab di akhir bulan. Hasil EKG menyatakan bahwa kebocoran jantung bayiku sudap tertutup. Terima kasih Tuhan. Inilah kado terindah buat putriku di ulang tahunnya. Kado yang diberikan dalam waktu Tuhan. Kami menamainya Gifty Charisa boru Marpaung. Kado pemberian Tuhan.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger



5 komentar:

  1. indahnya ya, bersyukur banget akan kemurahan Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semua karena kemurahan Tuhan. Trims sdh berkunjung

      Hapus
  2. alhamdulillahh
    semoga diberi keberkahan untuk adek Gifty Charisa ya mbak
    Sehat slalu utk adek. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Trims ya mbak doa kunjungan dan doanya.

      Hapus
  3. Gifty cantik sehat terus ya Nak. Kelak senyumnya akan mewarnai dunia dengan kedamaian.. :-)

    BalasHapus