Yang namanya emak-emak pasti wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ya namanya juga ibu rumah tangga kan. Ada yang terpaksa, ada yang wajib, ada yang suka bahkan sampai ada yang sangat mahir.
Ternyata latar belakang kebiasaan keluarga juga mempengaruhi loh bagaimana sikap kita terhadap berbagai pekerjaan rumah tersebut. Misalnya saja saya, karena saya anak pertama, anak paling besar sehingga sering disuruh menjaga adik-adik. Selain itu ada juga faktor gender, contohnya saya perempuan sendiri, jadi sering kebagian memberesi dalam rumah, sementara membersihkan halaman tugas adik yang laki-laki. Faktor kemudahan atau fasilitas juga ada, seperti bila kami ke ladang, saya tidak kuat mencangkul. Jadilah adik laki-laki yang mencangkul dan saya disuruh pulang untuk memasak.
Dari sekian banyak pekerjaan rumah tangga, memasak adalah pekerjaan yang harus ibu lakukan. Terlepas dari latarbelakang keluarga kita masing-masing dan terlepas kita suka atau tidak suka, mahir ataupun amatiran.
Berikut adalah alasan mengapa moms wajib bisa memasak,
1. Menjaga Kesehatan Keluarga
Pastilah seorang ibu menjaga kebersihan bahan makanan, kebersihan pengolahannya hingga kebersihan penyajiannya. Selain itu, moms juga akan memilih kualitas bahan yang terbaik. Mulai membeli bahan makanan, sebab beda kualitas ikan senangin yang empat puluh ribu sekilo dan yang tiga puluh ribu sekilo. Moms juga akan menjamin pengolahan makanan bebas pewarna dan pengawet bahkan penyajiannya pun moms akan pastikan fresh from the oven.
2. Menjaga Keuangan Keluarga
Memasak sendiri pasti lebih hemat. Beli tahu lima ribu rupiah bisa untuk sekali makan buat keluarga. Selain itu, memasak sehat membuat keluarga sehat sehingga keuangan keluarga pun akan terjaga. Lalu bila ada yang sakit juga, moms juga pasti berusaha memberi obat lewat masakan. Misalnya saja, bila anak-anak flu biasanya saya akan masak sup ayam atau bubur ayam jagung. Bila anak batuk maka saya hindari dulu ikan gorengan dan lebih cenderung memasak sup-supan.
3. Menjaga Kesabaran Keluarga
Memasak menuntut kesabaran ibu. Sang ayah mau udang digulai, Si ibu mau udang goreng sambal sementara si anak mau udang goreng tepung. Ibu harus sabar dengan semua pilihan itu. Apakah ibu harus sabar mengolah tiga jenis udang itu dalam sekali masak atau anggota keluarga yang harus sabar menunggu jenis masakannya digilir dulu.
4. Menjaga Kreativitas Keluarga
Moms pasti terus belajar memasak dari respon semua keluarga. Bila makannya lahap, berarti moms akan mempertahankan resep andalannya. Bila kurang lahap, maka moms akan memperbaikinya lagi. Bukan hanya soal rasa, dari segi bentuk juga. Walau tidak semahir chef profesional menyajikan menu, moms bisa juga belajar sedikit-dikit membentuk bunga dari wortel.
![]() |
| Mengkreasi wortel berbentuk bunga |
Moms juga akan berkreativitas menghemat uang belanja di saat paceklik ekonomi keluarga. Misalnya yang tadinya ikan beli sekilo, jadi beli delapan delapan ons saja dan menggantinya dengan tahu atau tempe. Ikan tetap ada dan keluarga tetap kenyang didorong tahu tadi.
5. Menjaga Keharmonisan Keluarga
'Masakan mama', itulah yang paling ngangeni saat anak merindukan rumah. Bukan karena mama jago masak tapi karena mama memasaknya dengan sepenuh cinta.
Cinta akan kesehatan keluarga, cinta akan keuangan keluarga, cinta akan kesabaran dan kreativitas bahkan cinta akan keharmonisan keluarga adalah bumbu-bumbu yang diolah dengan mahir oleh tangan cekatan bunda di dapur sehingga lahirlah resep andalan bunda yang akan dikenang oleh anak-anak sebagai resep andalan 'Masakan Mama'.












Menjaga kesehatan lewat memasak sendiri efektif banget mbak. Kalau masak sendiri, bisa tau apa yang ada di dalam masakan, bisa dimodifikasi sesuai selera, hihihi :D
BalasHapusYo i mbak, setuju banget
Hapushahahaha si kecil kalo saya lagi goreng tempe, udah gak sabaran biasanya.
BalasHapus