Curhatan Bunda

Senin, 26 November 2018

Berkah Media Sosial


Sebenarnya saya sudah menyerah di #day4 kemarin untuk tidak melanjutkan #bpn30blogchallenge ini, tapi ketika membuka sekilas face book, tak sengaja mataku tertuju pada status beliau yang eye cathing berikut dan aku diingatkan lagi dan ini adalah salah satu berkah media sosial,


Besi Menajamkan Besi, Manusia Menajamkan Manusia


Yup, sejak awal penciptaan, manusia itu tidak baik seorang diri maka diberi Tuhanlah Hawa kepada Adam. Hakikat manusia itu mahluk sosial. Maka dari dulu manusia perlu bersosialisasi. Bahkan sampai sekarang pun, media sosial itu diciptakan untuk berkomunikasi. Tidak ada yang salah dengan media sosial, yang salah adalah pemakainya. Sejak dulu pun ada saja penyimpangan bersosialisasi. Jadi, tidak perlu heran bila sekarang pun tetap ada penyalahgunaan media sosial.

Awalnya dulu saya hanya pengguna facebook. Senang rasanya punya dunia baru. Memaksimalkan media sosial adalah bagian yang tak terpisahkan dari ngeblog. Maka mulailah saya menjelajah ke kampung sosial lainnya seperti instagram dan twitter.

Belakangan saya tidak suka lagi buka efbi karena semua teman pada berjualan sehingga saya ingin menguninstallnya. Tapi bukankah saya pun sedang berdagang juga, berdagang ide? Maka saya pun tetap bersilahturahmi dengan tetangga-tetangga maya saya.

Belakangan banyak penyebar hoax maka saya putuskan mendelete mereka. Tapi apakah itu menimbulkan efek jera? Maka saya tetap berteman sambil menahan jari untuk tidak berkomentar. Pasalnya banyak penyebar hoaks itu adalah guru. Maka saya akan laporkan akun mereka bila sudah membahayakan terlebih bila sudah sampai kepada rasisme. Soalnya follower mereka mayoritas siswa dan siswa biasanya belum bisa bernalar tetapi lebih percaya apa kata gurunya. Jadi, saya harus melindungi siswa saya dari paparan rasisme atau radikalisme.

Belakangan konten negatif semakin merajalela maka guru (saya) harus berlomba-lomba menulis konten positif sesuai kebutuhan siswa.

Belakangan ngeblog itu butuh komunitas maka saya menjalin pertemanan dengan berbagai penulis. Selain dapat materi ilmu, materi konsumtif, materi persahabatan, dapat juga materi inspiratif seperti yang saya ceritakan di awal tadi.

Belakangan saya jenuh di dunia maya maka saya harus kembali ke dunia nyata. Harus ambil  waktu-waktu khusus untuk puasa on line.

Belakangan saya butuh curhat maka saya harus pergi ke orang-orang terdekat karena selain telinga, saya juga butuh pelukan mereka.

Belakangan saya sudah letih maka segera saya sudahi ini dulu. Off line.


0 komentar:

Posting Komentar