Curhatan Bunda

Selasa, 20 November 2018

Lima Alasan Mengapa Guru Harus Ngeblog


Guru Belajar Ngeblog

“Bu, tugas cerpenku itu kumasukkan ke dalam blogku”, cerita Ayuna Sari, seorang siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di sekolah menengah kejuruan tempatku mengajar.

“O, iya, apa itu blog?”, tanyaku pada dia dan dari dialah pertama kalinya aku mendengar blog di tahun 2014.

“Itu loh Bu, semacam website pribadi atau rumah pribadi kita yang bisa bebas dilihat siapa saja. Aku juga menulis blog terinspirasi dari seorang mahasiswa TKJ juga Bu, dia membuat antivirus di blognya, kemudian banyak orang mendownloadnya dan dia dibayar oleh Google dan jadi kaya dari situ. Aku juga berniat memasukkan semua tugas-tugas sekolahku di blog, siapa tahu ada yang perlu bisa dilihat di sana”, jelasnya.

Selanjutnya aku banyak googling bahwa ternyata blog memberi sejuta manfaat, bisa sebagai diari, sebagai terapi, sebagai mata pencaharian, sebagai tambahan penghasilan, sebagai portofolio, sebagai rumah kedua, sebagai aktualisasi diri, sebagai tempat berbagi dan tentunya bagi guru sebagai media pembelajaran. 

Cara membuatnya pun sangat mudah, tinggal ikutin langkah-langkah yang diajarkan google. Ada yang gratis, ada pula yang berbayar. Ada yang serius mengelola blognya, adapula yang sambil lalu saja.


Mengapa Guru Harus Ngeblog

1. Karena Guru Harus Mengikuti Zaman

Zaman ini generasi melenial, zaman anak mudanya terhubung dengan internet. Mereka tak bisa lagi duduk diam mendengar ceramah tetapi belajar secara digital. Mereka tak lagi mendengar satu sumber tetapi mencari berbagai referensi. Mereka sangat melek teknologi, maka guru pun tak boleh tertinggal. Guru harus meng-upgrade skill-nya sesuai tuntutan pasar pendidikan. Tidak ada lagi alasan "aku tak tahu komputer". Dana sertifikasi guru, selain untuk kesejahteraan guru harus dipakai juga untuk meningkatkan profeseonalisme guru, termasuk di dalamnya kursus internet. Bahkan banyak pelatihan yang diselenggarakan  oleh pemerintah secara gratis untuk membantu guru membuat blog. Guru go blog, yang sering dipelesetkan guru  go blog (goblok) he...he...

2. Karena Guru Harus Menjadikan Blog Sebagai Rumah Kedua

Sekolah (dengan kelas digitalnya) harus menjadi rumah kedua bagi siswa. Blog  dapat menjadi rumah kedua bagi mereka. Sejauh mereka berselancar di dunia maya, mereka harus pulang ke rumah mereka sendiri, baik blog kelas atau blog gurunya. Blog bisa homy sesuai karakter siswa. Blog juga sebagai media pembelajaran. Guru menyajikan materi belajar, media latihan dan evaluasi belajarnya. Tentu ada banyak blog yang sama atau sejenis. Tetapi guru yang mengenal gaya belajar siswanya dan menyajikan materi sesuai kebutuhan siswanya maka sang anak akan lebih mendengar apa kata 'emaknya' di blog sendiri daripada 'emak lain' dari blog yang lain. 

3. Karena Guru Harus Melakukan Penelitian Tindakan Kelas

Tentu ada saja masalah dalam pembelajaran. Syukurnya semua masalah itu tercatat dalam rekaman digital blog. Sehingga memudahkan untuk dianalisis, dilakukan uji coba, dilakukan evaluasi dan hasilnya sangat mudah untuk dibagikan dan dipublikasikan di blog. 

Misalnya, selesai penyajian materi Anekdot, nilai Analisis struktuk anekdot rendah. Maka, guru dengan mudah mengevaluasi dari blog tersebut, apakah penjajian bagian-bagian anekdot kurang "eye cathing". Apakah cara pemberian tugasnya kurang tepat dan sebagainya.

Semua tindakan di atas adalah proses penelitian tindakan kelas. PTK adalah karya tulis yang wajib bagi setiap guru sebagai syarat untuk kenaikan pangkat atau golongan.

4. Karena Guru Wajib Berkolaborasi dengan Semua Unsur Pendidikan

Blog bukan saja penting untuk siswa, tapi penting bagi orang tua, stake holders dan juga pemerintah. Semuanya wajib berkoloborasi dalam networking pendidikan. Misalnya blog dapat menghubungkan dengan orang tua bagaimana nilai anak-anak mereka. Bagi stake holders, bagaimana penyelenggaraan pendidikan di tiap-tiap kelas. Bagi pemerintah, bagaimana blog dapat di-link-an ke Dapodik atau try out UNBK misalnya.

5. Karena Guru Bisa Mendapatkan Tambahan Penghasilan Dari Blog

Tambahan penghasilan dari blog ini adalah bonus dari keharusan mengapa guru harus ngeblog. Saya sendiri pernah menikmati bonus ini berupa uang ataupun barang ketika tulisan  proses pembelajaran saya di kelas saya ikutkan dalam lomba menulis blog. Bagi guru, menulis blog adalah tambahan karena tugas utama guru adalah mengajar. Eh, banyak loh teman-teman bloger yang meninggalkan pekerjaannya seperti pegawai bank atau kantoran demi menjadi fulltime blogger.

Jadi, mengapa guru harus ngeblog? Bolehlah ditambahkan lagi oleh teman-teman di kolom komentar ya..

#Day1 BPN

4 komentar:

  1. Beberapa waktu lalu, adikku cerita kalau dosen harus ngeblog. Adikku tidak suka menulis akhirnya terpaksa nulis juga. Mahasiswanya dipaksa baca blognya.
    Semoga para pengajar semakin rajin nulis termasuk ngeblog karena bisa mendapatkan materi (bahan ajar) secara online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup mbak. Bahkan seandainya semua dosen dan guru menulis bisa dibayangkan banyaknya konten positif di dunia maya

      Hapus
  2. Dan ngeblog ternyata banyak manfaatnya....justru saya terbantu dari blognya para guru saat membantu menyelesaikan tugas sekolah anak.

    BalasHapus
  3. Wah...iya kan bu, bisa membantu tugas anak-anak

    BalasHapus