Curhatan Bunda

Kamis, 22 November 2018

Tulislah Apa Yang Mau Kau Tulis


Tulislah Apa Yang Mau Kau Tulis

“Bu, nggak tahu lagi apa yang mau ditulis”, seru seorang siswa yang menyerah di menit terakhir batas pengerjaan tugas menulis sebuah paragraf tentang apa saja sebagai bentuk pemanasan sebelum belajar kalimat efektif.

“Tulis saja apa yang ingin kau tulis. Lihat jendela tulis jendela, lihat temanmu tulis temanmu, atau lihat Ibumu yang cantik tulislah tentang ibu, satu paragraf saja,” jelasku mengulangi.

“Tetap saja belum bisa Bu” serunya lagi pasrah.

“Kalau begitu tulis sajalah, hari ini kami disuruh guru menulis tentang apa saja dalam satu paragraf. Menurutku itu aneh. Teman-teman sibuk berpikir dan menulis, sementara aku belum tahu apa yang harus kutuliskan. Sementara waktu yang diberikan sudah habis, aku hanya bisa menuliskan ini. Kan sudah satu paragraf?”, tantangku padanya dan dia pun tersenyum malu-malu.

Bagiku menulis adalah menulis tentang apa saja. Apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa. Jangan risau apakah nanti dimengerti orang lain, karena saat menulis kita berlatih menertibkan pikiran dan dari kebiasaan tertib pikiran maka lisan pun akan tertib. Soalnya kita terbiasa berpikir atau pakai otak saat menulis, tetapi kalau bicara bisa keluar begitu saja tanpa berpikir.

Menulis tentang apa saja yang kita rasakan. Karena kita seorang ibu, kita merasakan seorang ibu, makanya kita pun menulis tengtang apa saja sebagai ibu. Karena kita melihat Danau Toba, merasakan Danau Toba, maka kita pun menulis tentang Danau Toba.

Karena kita mendengar tsunami di Palu, kita penasaran apa itu tsunami, lalu kita mencari tahu, lalu kita membaca. Lalu kita menuliskan apa yang kita dengar dan yang kita tahu. Apa yang masuk ke pikiran itu yang kita keluarkan lewat tulisan. Orang luar bilang GIGO, garbage in, garbage out. Sampah yang masuk, sampah yang keluar tetapi ‘emas yang masuk, emas yang keluar’.

Kupilih Yang Kusuka

1. Pendidikan
Tentu karena aku seorang guru, maka pendidikan adalah yang utama kupilih.
Tentang perkembangan terbaru dunia pendidikan atau isu-isu mutakhir pendidikan seperti :
1. Kecakapan abad 21
2. Literasi
3. Pendidikan karakter
4. Pembuatan soal HOTS
5. Revolusi industri 4.0

Awalnya dulu saya ingin membuat blog ‘all about Bahasa Indonesia’. RPP, materi, soal, jawaban pelajaran bahasa Indonesia SMA. Terinspirasi dari buku saya yang terbit di 2008, Inti Sari Bahasa Indonesia SMA, yang diterbitkan Kawan Pustaka, Jakarta. Buku ini pun dulu terbit dari kumpulan sketsa saya mengajar di kelas. 

Karena saya sekarang sedang mengumpulkan soal-soal UN dan SMPMB bahasa Indonesia, saya juga berniat membuat blog kumpulan soal dan pembahasan Ujian Nasional bahasa Indonesia. Selain itu saya punya metode-metode yang sering saya terapkan saat mengajar. Misalnya penulisan daftar pustaka. Siswa cukup sulit mengingat ataurannya bila mencontohkan penulis atau buku yang tidak dekat dengan mereka, misalnya Aji Septiaji, Bahasa Indonesia X. Tetapi mereka cepat mengingat aturan menulis daftar pustaka tersebut bila kita mencontohkan nama mereka sendiri seperti Yose Siagian dengan judul buku Cintaku Bersemi di Kelas Hijau.

2. Parenting
Pastinya, karena saya adalah seorang ibu. Pergulatan mengurus dan mendidik tiga orang putri membuatku banyak membaca parenting. Bagaimana semasa hamil, menyusui, mendidik kemandirian dan sebagainya. Ada banyak teori dasar mendidik, tetapi menjadi kaya karena setiap anak unik, setiap anak berbeda. Mungkin karena kepenatan yang dirasa, semua emak-emak akan senang bila disuruh curhat tentang anak mereka masing-masing dan semua cerita itu akan memperkaya pengalaman bagaimana mendidik anak.

3. Blogging
Berhubung saya masih terus belajar dunia blogging ini, maka saya rajin mengumpulkan atau mengarsipkan semua hal tentang blogging. Walau kadang belum sempat semua dibaca dan dipraktikkan. Dari sana saya belajar bagaimana cara membuat nama blog atau cara memasang banner. Saya juga sedang belajar bagaimana membuat ilustrasi dengan canva  atau pinterest misalnya. Sekarang juga saya sedang belajar menjajaki bagaimana saya beralih dari blog gratis ke blog berbayar.

Meski saya belum pernah menulis tentang blog, saya yakin dari kegemaran mengarsipkan dan membaca 'all about blogging' akan membawa saya menjadi blogger di kotaku, blogger Rantauprapat.

Selain ketiga topik yang saya suka di atas, ada juga topik yang saya tidak suka karena topik tersebut cukup sulit menurut saya. Life style, travelling, kuliner dan juga review produk adalah tema yang saya rasa cukup sulit padahal justru tema tersebut banyak menghasilkan uang sekarang ini.

Kalau teman-teman, tema apa yang paling disukai?

0 komentar:

Posting Komentar