Curhatan Bunda

Senin, 17 Desember 2018

Five Little Happines of Nursing Mom


Ibu menyusui pasti bahagia bila baby sehat, tidak rewel, ngASI lancar, berat badan  bayi selalu naik dan pertumbuhannya normal. Ibu pun berjibaku setiap detiknya demi semua itu.

Mulai dari baby bangun, disusui, muntah, ganti baju, pipis, ganti celana, nyusui lagi, digendong, dininabobokan, tidur, letakkan, eh sudah bangun lagi. Begitulah setiap hari di bulan-bulan pertamanya sampai terkadang ibu lupa bahagia, lupa menikmati kebahagiaan itu sendiri.

Padahal kebahagiaan ibu menyusui itu sebenarnya ada dalam hal-hal kecil ini

1. Bisa Tidur


Yup, bisa tidur saat baby tidur adalah kebahagiaan tersendiri. Soalnya baby tiga bulan itu seperti matahari terbalik, siang tidur, malam melek. Alahasil, mama akan begadang, kurang tidur. Gawatnya lagi bagi working mom, gak kebayang ngantuk beratnya di kantor.

Susahnya lagi saat baby tidur, terkadang ibu gak sempat berpikir untuk tidur karena rentetan pekerjaan rumah sudah mengantri.  Begitu bayi terlelap, maka ibu sudah terhipuh-hipuh matanya kepada gorengan ikan, tangannya mengupas bawang dan kepalanya kepada uang sekolah si kakak sudah dibayar apa belum.

Baiknya untuk pekerjaan rumah sebelum lahiran dibicarakan. Bila ada dana, silahkan panggil ART. Bila ada keluarga dekat, jangan sungkan minta tolong. Bila masih kuat, ya silahkan kerjakan sendiri. Bila sudah tidak kuat, biarkan sajalah pekerjaan rumah itu yang penting Ibu dan bayi harus sehat.

Kalau saya, saat bayi masih bermain pun dan saya lelah, saya akan minta suami menggendongnya. Bisa tidur sepuluh menit saja pun rasanya sudah bahagia dan bisa fresh kembali.

2. Bisa Main Hape


Aduh yang ini belum bisa tidak deh. Tiap detik terkungkung dalam keterbatasan badan yang masih lemah pasca melahirkan terlebih lagi bagi yang sesar sering membuat kita seperti terisolasi. Bermain hape dapat membuka terali keterkungkungan tadi. Bermain hape bisa melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.

Apalagi nih saya ya, menulis itu adalah me time. Saya bisa curcol lewat tulisan, termasuk tulisan saya yang ini nih. Karena keterbatasan waktu, saya ngetik ini semua di hape loh.


Tapi ingat ya, jangan main hape saat mengASIhi. Kalau saya biasanya main hape saat bayi tidur atau curi-curi waktu saat sedang menggendongnya.

3. Bisa 'Jongkok'

Paling jengkel itu ya, kalau lagi jongkok di kamar mandi terus tangis bayi  berderai-derai di sebelah. Buyaaar deh kontemplasi 😀.

Paling enak itu saat bayi tidur atau ada seseorang di rumah untuk dimintain tolong menggendongnya maka kita bisa tarik nafas pelan-pelan....., dorong pelan-pelan.....leeeegaaa 😀


4. Bisa Ngobrol


Aduh butuh telinga seseorang untuk ngobrol apalagi saat sindrom baby blues menyergap.

Perasaan bersalah, perasaan tidak layak, perasaan tidak sanggup membuat ibu bersedih bahkan sampai terisak-isak. Duh, pundak mana, pundak mana 😢.

Carilah teman ngobrol misalnya di grup ibu menyusui atau teleponlah teman terdekat bahkan meminta waktu suami sebentar saja sebelum malam semakin larut.


5. Bisa Melihat Bayi Tersenyum


Kalau yang ini sih, bukan small happiness lagi tapi kebahagiaan terbesar seorang ibu.


Jadi, yuk sering tersenyum bunda biar bayi kita tersenyum. Bayi tersenyum, kan kita bahagia.

Dan ternyata bahagia itu datang dari hal-hal terkecil. So, jangan lupa tersenyum 😀, jangan lupa bahagia 😉.

Jumat, 14 Desember 2018

Teleponlah Ayahmu Sekarang


Tak banyak yang bisa kukenang darinya tapi sepanjang aku bisa mengingat kebersamaan kami, betapa aku tahu ia sangat menyayangiku

Selasa, 11 Desember 2018

Five Reason Why You Should Be Love Cooking


Yang namanya emak-emak pasti wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ya namanya juga ibu rumah tangga kan. Ada yang terpaksa, ada yang wajib, ada yang suka bahkan sampai ada yang sangat mahir.

Ternyata latar belakang kebiasaan keluarga juga mempengaruhi loh bagaimana sikap kita terhadap berbagai pekerjaan rumah tersebut. Misalnya saja saya, karena saya anak pertama, anak paling besar sehingga sering disuruh menjaga adik-adik. Selain itu ada juga faktor gender, contohnya saya perempuan sendiri, jadi sering kebagian memberesi dalam rumah, sementara membersihkan halaman tugas adik yang laki-laki. Faktor kemudahan atau fasilitas juga ada, seperti bila kami ke ladang, saya tidak kuat mencangkul. Jadilah adik laki-laki yang mencangkul dan saya disuruh pulang untuk memasak.

Dari sekian banyak pekerjaan rumah tangga, memasak adalah pekerjaan yang harus ibu lakukan. Terlepas dari latarbelakang keluarga kita masing-masing dan terlepas kita suka atau tidak suka, mahir ataupun amatiran.

Berikut adalah alasan mengapa moms wajib bisa memasak,

1. Menjaga Kesehatan Keluarga


Pastilah seorang ibu menjaga kebersihan bahan makanan, kebersihan pengolahannya hingga kebersihan penyajiannya. Selain itu, moms juga akan memilih kualitas bahan yang terbaik. Mulai membeli bahan makanan, sebab beda kualitas ikan senangin yang empat puluh ribu sekilo dan yang tiga puluh ribu sekilo. Moms juga akan menjamin pengolahan  makanan bebas pewarna dan pengawet bahkan penyajiannya pun moms akan pastikan fresh from the oven.

2. Menjaga Keuangan Keluarga


Memasak sendiri pasti lebih hemat. Beli tahu lima ribu rupiah bisa untuk sekali makan buat keluarga. Selain itu, memasak sehat membuat keluarga sehat sehingga keuangan keluarga pun akan terjaga. Lalu bila ada yang sakit juga, moms juga pasti berusaha memberi obat lewat masakan. Misalnya saja, bila anak-anak flu biasanya saya akan masak sup ayam atau bubur ayam jagung. Bila anak batuk maka saya hindari dulu ikan gorengan dan lebih cenderung memasak sup-supan.

3. Menjaga Kesabaran Keluarga


Memasak menuntut kesabaran ibu. Sang ayah mau udang digulai, Si ibu mau udang goreng sambal sementara si anak mau udang goreng tepung. Ibu harus sabar dengan semua pilihan itu. Apakah ibu harus sabar mengolah tiga jenis udang itu dalam sekali masak atau anggota keluarga yang harus sabar menunggu jenis masakannya digilir dulu.

4. Menjaga Kreativitas Keluarga


Moms pasti terus belajar memasak dari respon semua keluarga. Bila makannya lahap, berarti moms akan mempertahankan resep andalannya. Bila kurang lahap, maka moms akan memperbaikinya lagi. Bukan hanya soal rasa, dari segi bentuk juga. Walau tidak semahir chef profesional menyajikan menu, moms bisa juga belajar sedikit-dikit membentuk bunga dari wortel.

Mengkreasi wortel berbentuk bunga


Moms juga akan berkreativitas menghemat uang belanja di saat paceklik ekonomi keluarga. Misalnya yang tadinya ikan beli sekilo, jadi beli delapan delapan ons saja dan menggantinya dengan tahu atau tempe. Ikan tetap ada dan keluarga tetap kenyang didorong tahu tadi.

5. Menjaga Keharmonisan Keluarga


'Masakan mama', itulah yang paling ngangeni saat anak merindukan rumah. Bukan karena mama jago masak tapi karena mama memasaknya dengan sepenuh cinta.



Cinta akan kesehatan keluarga, cinta akan keuangan keluarga, cinta akan kesabaran dan kreativitas bahkan cinta akan keharmonisan keluarga adalah bumbu-bumbu yang diolah dengan mahir oleh tangan cekatan bunda di dapur sehingga lahirlah resep andalan bunda yang akan dikenang oleh anak-anak sebagai resep andalan 'Masakan Mama'.

Jumat, 07 Desember 2018

FIVE THINGS TO LOVE IN 2019


Perencanaan adalah prinsip pertama dalam ilmu manajemen. Setiap perusahaan, instansi, organisasi dan yang lainnya pasti melakukan evaluasi  di akhir tahun untuk dipakai dalam perencanaan di awal tahun berikutnya. Perencanaan yang baik telah menyelesaikan setengah dari tujuan. So, let your dream come be true.

Secara pribadi saya pun demikian, setiap akhir tahun saya menuliskan apa yang disyukuri dan apa yang akan diperbaiki tahun berikutnya. Kemudian saya (kami sejak menikah) akan mendoakannya di malam pergantian tahun. Ingat, man propose but God dispose.

Menuliskan resolusi 2019, saya membuka kembali resolusi 2017 di sini dan 2018 di sini. Sejak belajar menjadi penulis, ternyata kita must be brave to publish your life, karena itu bagian dari branding.

Resolusi 2017 banyak tertunda khususnya penyelesaian studi karena kami sakit. Bersyukur kami bisa wisuda bersama di bulan yang sama  tahun 2018 meski kami  mulai kuliah di tahun yang berbeda dan kampus yang berbeda. 

Berkaca di 2018, maka kesehatan pun masih tetap prioritas di 2019 bahkan di tahun-tahun yang selanjutnya.

Berikut adalah harapanku di 2019, 


1. Jaga Kesehatan


Terlalu abstrak, harus ada yang dilakukan minimal satu untuk menjaga kesehatan. 

Kalau suami sih sudah bisa konsisten renang sekali seminggu. Kalau saya, menjaga jangan terlalu letih. Khususnya dalam pekerjaan rumah, maka kami sepakat memakai jasa pembantu rumah tangga untuk mencuci, menyetrika dan membereskan rumah. 

Sebab letih mengajar di sekolah, letih membereskan rumah, letih mengurus anak-anak dapat membuat letih jiwa. Kita akan mudah marah sehingga kesehatan mental anak-anak akan terganggu.

2. Tuntaskan ASI Ekslusif dan MPASI


Yup, memberi ASI ekslusif itu butuh perjuangan banget loh. Masih ada tiga bulan yang panjang lagi di 2019. 

Terlebih ketika sudah masuk kerja dengan jadwal yang padat. Maka harus konsisten makan bergizi (lebih banyak sayur dan buah). Harus konsisten juga dengan jadwal memerah. Kendor sedikit saja, maka volume ASI bisa berkurang. Begitu seterusnya, bahkan sampai bayi saya nanti MPASI.

3. Memberikan Les Gratis


Memberikan les gratis bahasa Indonesia kepada siswa kelas XII, khususnya anak wali saya sebagai persiapan UNBK.

Les gratis ini adalah ungkapan hati saya yang tercabik-cabik melihat minat belajar anak SMK. Terkadang saya iri lihat anak SMA di kotaku. Pagi belajar, sore les di sekolah, malam masih bimbel (dengan harga jutaan bahkan puluhan juta) lagi sebagai persiapan mereka UNBK.

Les gratis ini juga sebagai jawaban apa yang bisa saya berikan kepada anak-anak untuk membantu mereka ujian. Bantuan diberikan sebelum ujian bukan saat ujian.

Saya juga harus siap patah hati, karena melihat minat belajar anak-anakku, bisa saja saya ditolak alias mereka tidak mau datang. Seperti pepatah orang Batak “haccit mulak mangido, humanciit mulak mangalean’, sakit ditolak meminta, lebih sakit ditolak memberi.

Ya, tiga sajalah dulu dan itu pun sudah cukup besar. Eh, harus lima ya sesuai permintaan BP. Baiklah saya tambahkan lagi.

4. Ikut Seleksi Tim Penulis Soal UNBK


Yup, setelah menerbitkan materi Ujian Nasional selanjutnya saya ingin mengikuti seleksi tim penulis soal UNBK. Syukurnya, seleksi dan proses penulisannya on line . Jadi, saya tidak perlu meninggalkan bayi saya nantinya.

5. Tetap Saja Menulis


Tetap saja menulis. Itu sajalah dulu. Belum berani menargetkan ulang untuk menerbitkan buku dan juga punya tabungan dari menulis karena tiga pekerjaan besar yang sudah saya sebutkan di atas. Tetap saja menulis dan tulisan ini adalah praktiknya.

Kalau kamu, apa harapanmu di 2019 ?

Senin, 03 Desember 2018

Blogger Yang Menjadi Mentor Bagi Saya



Blogger adalah pekerjaan yang cukup dilirik belakangan ini. Banyak yang meninggalkan pekerjaannya menjadi full time blogger. Selain waktu yang tidak terikat  (disukai oleh perempuan yang sedang mempunyai balita), tempatnya pun bisa bebas di mana saja dan tentu saja dapat menjadi sumber penghasilan.

Baca juga : Lima Alasan Mengapa Guru Harus Ngeblog


Akhirnya persaingan semakin meningkat. Blogger harus terus belajar. Saya beruntung mengenal blogger berikut yang sekaligus mentor bagi saya.


1. Thurneysen Simanjuntak



Jauh sebelum bertemu abang ini di dunia blogging, saya sudah mengenalnya secara pribadi di kampus. Saya dan abang ini bergabung dalam organisasi kerohanian dan saat itu dia menjadi ketuanya. Saat kegiatan aksi dana papan bunga wisuda, abang itu mengajakku berkeliling menjajakan teh botol, abang ini sempat bercerita tentang sejarah awal teh botol yaitu seven up. Bagaimana perjuangannya ditertawakan menjual teh dalam botol. Sambil berjualan ia menanamkan semangat pantang menyerah. Sungguh kepemimpinannya menyatu dalam dirinya.

Ketika bertemu lagi di permukaan media sosial khususnya dunia writing, abang ini meneleponku selama dua jam ( waktu itu aku di kereta api pulang ke Rantauprapat) khusus menyemangatiku untuk tetap menulis. Darinya aku belajar bahwa harus menulis tiap hari, kadang dia mengetik di android ketika mengantarkan anak les. Langsung tulis dan publish. Editing kadang setelah publish. Satu artikel bisa selesai dua tiga jam sampai publish, lha aku satu artikel bisa dua tiga hari.

Tidak hanya padaku, pada adik-adik yang lain pun akan tetap dimentorinya supaya eksis lewat tulisan. Bahkan di sekolah tempatnya mengajar, dia menjadi pembina ekskul menulis dan berhasil mencetak siswanya menjadi penulis.

Saat ini abang ini giat menulis di Kompasiana, blog pribadinya dan juga berbagai lomba menulis. Katanya dari menulis saja, abang ini tidak pernah ganti hape lima tahun terakhir dari kocek pribadinya.

Konsistensinya dalam menulis membuat dia kerap diundang menjadi pembicara dalam seminar kepenulisan. Saya yakin kelak dia akan go nasional dan go internasional.

2. Ira Guslina



Saat blogwalking, aku mengetahui Mbak ini sedang mengadakan giveaway bertema ASI. Langsung saja saya ikut serta dan beruntung sebuah mi-fi nyangkut saat itu.

Seterusnya saya pasti membaca blog Mbak ini setiap bulannya, karena awal bulan pasti ada rangkuman berbagai info lomba blog. Lomba blog dapat dijadikan inspirasi untuk menulis dan dead line-nya memaksa kita untuk disiplin menulis.

Selanjutnya kami memang sering berkomunikasi. Lewat WA banyak juga saya dimentori. Satu sarannya untuk saya segera hijrah ke blog berbayar supaya pintu rejeki banyak terbuka belum terealisasi.

Satu hal yang saya pelajari adalah semangat menulisnya. Ketika anak ketiganya baru lahir saja, Mbak ini masih tetap posting tulisan. Bahkan saat ini Mbak ini sedang melanjutkan studi S2 pun masih tetap setia mengisi blog Dunia Biza-nya.

3. Ani Berta


Salut kepada eda yang satu ini, berani meninggalkan pekerjaannya demi menjadi full time blogger.

Eda berdarah Batak-Sunda ini sering menjadi pembicara di talk show blogging dan menjadi pendiri berbagai komunitas blogger seperti ISB (Indonesian Sosial Blogpreneur). Wajar saja memang karena eda ini blogger serba bisa. Beragam niche bisa ditulisnya mulai dari kuliner, life stly, teknologi, blogging dll.

Loh, kok cuma tiga saja? Yup, saya ini orangnya pendiam, kurang berani untuk memulai berbicara. Dalam blogwalking pun demikian, singgah membaca tetapi tidak meninggalkan jejak.

Saya tahu (tapi tidak kenal secara pribadi) beberapa blogger yang lainnya. Seperti Mbak Ya Yat, blogger perempuan yang doyan sport. Mbak Nur Alfi yang mulai kece dengan tampilan fotografinya. Mbak Alaika, admin BP yang bahasa Inggrisnya cas cis cus. Mbak Muyassaroh di Eistrilook Community dengan list article-nya.

Kita memang harus banyak berteman dengan sesama blogger. Keuntungan selain banyak belajar, kita juga akan segera mendapat pembaca setiap kali posting tulisan dan syukur-syukur bisa juga menjadi buzzer.

Kalau Kamu, siapa blogger kesukaan Kamu?





Sabtu, 01 Desember 2018

Lima Tips Sederhana MengASIhi Dengan Sehat

Yuuuhuy, sudah sampe saja di Desember, bulan ceria sekaligus rempong. Berhubung ini weekend, so kita bahas yang ringan-ringan saja ya..


MengASIhi ( memberi Air Susu Ibu) itu sejatinya penuh tantangan. Seribu satu macam, A sampai Z. Berbahagialah bunda yang mampu berjuang mengalahkan rintangan itu.

Bayi tidak mau nyusu dan terkadang mau nyusu saja kerjanya. Bayi yang susah tidur dan yang maunya tidur saja. ASI yang deras dan ASI yang mampet. Puting yang keluar dan puting yang masuk. Payudara yang kencang dan payudara yang lembek. ASI yang encer dan ASI yang kental. ASI langsung dan ASI perah. NgASI working mom dan ngASI full time mom. Pokoke banyak lagi deh serba-serbinya.

Baca juga : ASI, Obat Mujarab PJB Bayiku

Berikut adalah tips sederhana mengASIhi :

1. Selalu Cuci Tangan


Mengapa harus cuci tangan dan bagaimana mencuci tangan yang benar tentunya sudah banyak kita ketahui. Cuci tangan yang benar sudah banyak dipelajari di sekolah sebagai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sayangnya karena panik mendengar tangisan bayi, kita terburu-buru mengangkat bayi. Padahal seharusnya kita harus selalu cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi, khususnya new born baby.


2. Selalu Pakai Baju Bersih


MengASIhi akan membuat kita selalu berkeringat, terlebih karena sering minum air hangat supaya ASI banyak.

Belum lagi bayi yang sering pipis membuat baju kita kerapkali basah, terkadang sampai kering di badan karena baru saja pipis dan kita gantikan bajunya, eh, sudah pipis lagi.

Jadi, keringat dan pipis bayi selain menimbulkan penyakit, aromanya juga akan mengganggu bayi sehingga enggan untuk menyusui.


3. Selalu Sediakan Air Putih dan Cemilan


Tak dapat dipungkiri, tiap kali selesai memberi ASI pasti kita kelaparan.

Terkadang tidak sempat untuk makan, terlebih saat bayi dalam growth spourt alias percepatan tumbuhnya diusia dua minggu, tiga bulan dan enam bulan.  Maka menyediakan cemilan di kamar dapat mengganjal perut juga untuk bekal mengisi payudara yang sudah kosong tadi.


4. Jangan Main Hape


Terkadang jenuh juga menghadapi bayi setiap menitnya sehingga kita mengalami baby blues. Belum lagi saat dia nenbo alias nenen bobo, ngisap sambil tidur bisa sampe lama sehingga kita mencoba bermain hape menghilangkan kepenatan itu.

Tapi saat mengASIhi jangalah bermain  hape. Usahakan fokus ke bayi. Dia bisa loh protes dengan menghentak-hentakkan kakinya minta diperhatikan.

5. Tatap Mata Dengan Kasih


Usahakan selalu menatap matanya dengan sayang saat menyusui. Mata dapat berkomunikasi. Mata dapat melihat kasih sayang bundanya. Bayi akan lebih tenang saat didekap bundanya. Saat menatapnya dengan kasih sayang, bisikkan dengan lembut, i love you.

Itulah lima tips sederhana mengASIhi bayi. Cukup mudah kan bunda ?

Kamis, 29 November 2018

Lima Kuliner Yang Melegenda Di Rantauprapat



Disebut melegenda karena tetap bertahan melewati tahun-tahun yang panjang. Tentu ada kualitas yang membuat kuliner-kuliner di bawah ini tetap dicari penggemarnya dari generasi ke generasi.

Baca juga : Selamat Datang Di Kota Rantauprapat

Berikut adalah kuliner yang melegenda di Rantauprapat, yaitu :

1. Roti Bakar Akur


Toko yang beralamat di Jalan protokol Ahmad Yani No.24 ini dibuka pagi sampai siang harinya. Kaum bapak adalah pengunjung setianya karena sambil sarapan kopi dan roti bakar biasanya mereka juga membicarakan politik disertai  kepulan asap rokok yang menyesakkan.

Kedai Akur ini sudah berdiri sejak tahun 1896, wah....bahkan sebelum Indonesia merdeka ya. Wajar deh sangat legendaris.

Yang khas adalah roti tawar dibuat sendiri kemudian dipanggang dengan arang. Harus ada gosong-gosongnya sehingga aroma roti bakarnya tercium. 

Roti bakarnya akan bertambah nikmat dengan olesan selai kental nan legit. Terkadang pengunjung hanya membeli selainya saja untuk dikonsumsi atau dijadikan oleh-oleh ciri khas Rantauprapat. Yup, dulu kami sering mengirimnya ke Bandung, sekarang ke Jambi juga karena dapat bertahan sebulan.

Jika dilihat dari lamanya mereka bertahan, seharusnya cabangnya sudah ada di seluruh Indonesia, 😀, tapi mereka lebih memilih bertahan di rentetan ruko ( sehingga sulit mencari tempat parkir) yang sempit seraya tetap mempertahankan originilitas produk mereka.

Melegenda Sejak 1896


Ciri khasnya masih dipanggang dengan arang

Ibu-ibu lebih memilih membeli roti dan selainya untuk dibawa pulang

2. Mi Ayam Bandung Simpang Enam

Kuliner ini berada di Simpang Enam Rantauprapat, dibuka pagi hingga siang harinya.

Dinamakan Mi Ayam Bandung karena dulunya tempat itu adalah kedai kopi bandung. Sayangnya jualan kopinya tidak bertahan, justru mi ayamnya menjadi populer.

Awalnya dulu dibuka oleh Mas Nano yang sekarang sudah kembali ke Jawa dan dilanjutkan oleh adiknya Mas Anto yang memilih untuk menetap di Rantauprapat.

Mie ayam ini sudah ada sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di Rantauprapat  ( untuk bersekolah) sekitar tahun 1995 yang lalu. Selalu ramai dikunjungi setiap harinya, terkadang pengunjung harus antri menunggu tempat duduk.

Penampilan mi nya sih biasa saja tapi saya suka rasa manis di kuahnya. Saya memilih tidak menambahkan saus atau kecap lagi demi mendapatkan rasa kuah aslinya.

Dihargai tujuh ribu rupiah per mangkuknya cukup terjangkau untuk semua kalangan. Biasa pelanggannya terdiri atas para pekerja kantoran di sekitar  jalan-jalan protokol bundaran simpang enam tersebut. Ada juga para pe en es dan masyarakat lainnya. Sayangnya para pengunjung kurang menjaga kebersihan sehingga banyak sekali tisu berserakan di lantai.

Penampilan sih biasa tapi kuahnya manis

Bersama Mas Anto pengelolanya sekarang ini

3. Martabak Paguruyung

Cobalah datang ke sana untuk membelinya dan biasanya Anda sudah berada di antrian sekian. Pembeli lebih suka memesan terlebih dahulu dari pada menunggu lama dan datang tinggal membayar saja.

Nama Paguruyung diambil dari Rumah Makan sebelahnya yang juga cukup terkenal di sekitaran Jalan Veteran Rantauprapat. Buka mulai jam enam sore sampai malam hari.

Dihargai delapan ribu per porsinya. Banyak pilihan rasa, ada keju, ketan hitam, kelapa, selai nenas dan varian kesukaan anak-anak : ceres kacang dan srikaya.

Antri Pembeli

Selalu banyak pesanan

4. Mi Pangsit Multatuli

Warung mi pangsit nonhalal ini berada di Jalan Multatuli, lebih dekat bila kita datang dari Jalan Imam Bonjol.

Kami sudah sering juga membelinya sejak saya masih SMK sekitar 20 tahun yang lalu. Mi nya halus dan lembut diproduksi oleh mereka sendiri. Dihargai duabelas ribu per porsinya dan sudah cukup banyak dibanding porsi penjual mi pangsit lainnya yang ada di Rantauprapat.

Ada yang berjualan pagi dan ada juga sore ke malam. Artinya mereka dua penjual mi pangsit yang berbeda dan bersebelahan. Terkadang bila tak jeli memperhatikan bentuk ruangan tempat makannya sama, he..he..

Pangsit Multatuli

5. Warung Nasi Tennis Club

Warung ini berada di Jalan Menara. Disebut Warung Tennis Club karena memang dibelakang warung ini ada lapangan tenis. Ada juga yang menyebutnya dengan warung camat karena memang dekat dengan Kantor Camat Rantauutara.

Rumah makan khas jawa ini banyak digemari karena masakan rumahan, bersih dan nyaman.

Kami sering menyebutnya 'rumah makan sigodang arga' artinya rumah makan mahal. Warungnya sih hanya berdinding papan tapi pengunjungnya dari mobil ke mobil, artinya dari kelas atas.

Harganya memang mahal, ayam kampung saja per potongnya Rp.35.000. Wajar sih mahal karena memang semua ikannya pilihan. Udang dan kerangnya saja besar-besar. Tapi tidak semua mahal, ada juga kok yang masih terjangkau kelas bawah seperti kami ini 😀, harga ikan cuma sepuluh ribu rupiah dan kami lebih suka membelinya untuk dibawa pulang karena dibungkus daun pisang yang wanginya menambah selera makan.

Masakan rumah, bersih dan nyaman

Daun pisang membuat makanan jadi wangi

Itulah lima kuliner yang melegenda di kotaku. Kalau di kotamu, apa saja yang melegenda?


Rabu, 28 November 2018

Lima Benda Yang Wajib Ada Dalam Tas Guru Milenial

Tas dalam berbagai rupa dan bentuk berfungsi membawa barang agar mudah membawanya kemanapun. Tetapi seiring perkembangannya, tas mempunyai banyak fungsi seperti :
  • Menambah penampilan
  • Menunjukkan kelas sosial
  • Melatih otot perut dan punggung ( tas ransel)
  • Membuat investasi

Selain itu, isi tas juga dapat menggambarkan kepribadiannya. Berikut adalah lima hal yang wajib ada dalam tas seorang guru,

Barang-barang yang ada dalam tas guru

Lima barang yang wajib di tas seorang guru yaitu :

1. Sisir ( bedak dan lipstik)

Iya dong, guru itu kan artis, jadi harus tampil rapi dan cantik. Meski wajah  pas-pasan tapi wajib tampil eye catching di depan kelas. Penampilan yang apik menambah kepercayaan diri guru. Siswa pun akan nyaman dengan out standing guru.

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya wujudkanlah kesan itu. Mata adalah penangkap kesan itu. Begitu siswa melihat guru di pintu kelas, pastikan mata mereka menyambut kehadiran kita.

Seragam guru yang standar (dinas coklat, kemeja putih dan batik biru), bahkan siswapun tahu berapa harganya  jangan membatasi guru untuk tetap good looking. Dari jam 7 pagi ke jam 2 siang mengudara, selalu periksa apakah rambut perlu disisir, bedak perlu dipoles atau lipstik yang sudah keluar dari jalurnya.

2. Spidol


Spidol senjata utama guru mengajar. Terkadang memang sudah ada spidol kelas tapi bila spidol tertinggal ada saja alasan siswa untuk tidak belajar. Usahakan minimal tiga warna spidol, hitam, merah dan biru untuk menjadikan coretan Bapak Ibu guru berwarna di depan kelas.

Memang sih, seharusnya guru sudah mengajar dengan audio visual. Guru menayangkan materi ajar lewat infokus. Tapi, mari lihat langsung ke kelas-kelas, colokan listrik saja banyak yang ‘tidak sehat’, bahkan saluran listrik pun belum terpasang di sekolah itu.

3. Buku Pegangan


Pantang loh guru bertanya, "Halaman berapa sekarang Nak?. Seharusnya guru berkata, "Seperti struktur cerpen yang di ada di halaman 98, maka... ."

Kelihatan kan beda ke dua kalimat di atas? Yup, kalimat kedua adalah guru yang persiapan sebelum masuk kelas. Meski guru bisa mengajar luar kepala ( karena berpuluh-puluh tahun) mengajar materi yang sama, maka tetap jugalah membaca buku pegangan. Bila perlu pun, hafal di halaman berapa saja yang perlu disampaikan ke siswa.

4. Botol Minum

Guru kan pekerjaanya menjual ilmu dengan bersuara, maka pastikan tenggorokan kita tidak kering. Selalu menyediakan air putih dalam botol minuman membantu guru hidup hemat karena tidak membeli air mineral. Membantu guru hidup sehat karena terpastikan kebutuhan air per harinya. Menolong guru menyelamatkan dunia karena tidak menghasilkan sampah botol plastik air mineral setiap harinya.

5. Hape

Hape merupakan barang pribadi yang selalu dibawa ke mana pun. Sebab hape menyimpan banyak hal pribadi sekarang ini.

Mulai nomor kontak atau berbagai akun media sosial untuk tetap terkoneksi. Merekam berbagai memori di galeri foto. Mendapatkan hiburan lewat musik dan video. Bahkan menyimpan catatan penting.

Lho, RPP, absensi dan daftar nilai kan adalah benda paling wajib juga bagi guru? Yup, benar dan semuanya itu bisa disimpan di hape. Bila perlu diprint, kan tinggal dihubungkan lewat kabel data.

Sisir, spidol, buku pegangan, botol minum dan hape adalah barang yang wajib ada di tas guru milenial. Kalau kamu, apa saja yang ada di tasmu?

Senin, 26 November 2018

Hotdiana : Diana Berdarah Panas

Diana Si Berdarah Panas

Ini beneran loh. Darah saya itu panas. Cobalah sentuh tangan atau kulit saya,  maka saudara akan percaya saya bersuhu tubuh tinggi ( tapi bukan demam loh). 

Teman-teman memang sering mengejek saya ‘ diana panas’ sejak SMP padahal ‘hot’ itu sebenarnya dari bahasa Batak loh, seperti yang saya ceritakan di sini.
Semasa kuliah pernah juga saya periksakan mengapa telapak tangan saya selalu panas, tapi tidak ada apa-apa. Apa mungkin karena saya pemarah ya sehingga darah saya mendidih. Bila orang melihat, saya itu pendiam dan tidak percaya saya itu pemarah. 

Apa saja sekarang membuat saya marah. Anak-anak lompat di tempat tidur. Kamar bagai gudang. Bak mandi dianggap kolam renang. Sepatu mamanya sudah peot dipakai buat guru-guruan. Bahkan lipstik mamanya dijadikan spidol. Ah, sebenarnya mamanya hanya butuh piknik.

Si Perfeksionis


Segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Akibatnya sering kaku dan terkesan lambat.

Misalnya untuk ikut #bpn30daychallenge, saya harus cari paket internet yang unlimited untuk 30 hari. Semua harus diselesaikan dulu supaya bisa fokus untuk minimal tiga ratus kata. Pagi memasak, kemudian berangkat mengajar. Siangnya harus fokus ke bayi saya yang baru dua bulan. Belum lagi harus mengurus kedua kakaknya minimal menemani mereka membuat PR. Harapannya jam 10 atau 11 malam sudah tenang untuk buka laptop, alhasil saya keletihan dan kantuk membawa saya terlelap.

Itulah  yang menyebabkan saya menyerah terhadap tantangan ini. Padahal itu bukan alasan sebab banyak  juga member BP (yang memang semuanya adalah perempuan) juga punya baby, tapi mengapa mereka bisa tetap menulis. Mereka juga full time working mom tetapi mengapa tetap konsisten one day one post. Ada yang mengetik di android sambil mengantar anak sekolah. Mungkin perlu juga ditiru seperti itu walau minus akan bertambah karena kecilnya tuts di android.


The Lucky One


Banyak teman yang bilang saya ini orang beruntung. Tamat SD dengan ( Nilai Ebtanas Murni) NEM super tinggi. Sebenarnya NEM  saya sudah tinggi tetapi karena mama saya terhasut orang tua lainya bahwa nilai saya bisa tergeser bila ada yang 'menguangi', maka pergi jugalah mama menjumpai kepala sekolah sehingga jadilah NEM-ku super tinggi.

SMP dapat beasiswa. SMK dapat beasiswa Supersemar yang lembaganya dipimpin oleh Suharto dan ini adalah salah satu kenangan yang bisa kuingat tentang  Suharto, he..he..

Kuliah juga mendapat beasiswa dan pernah memimpin hampir 1000-an orang wisudawan membacakan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Juara satu dari 60 orang yang lolos tes CPNS guru bahasa Indonesia di Labuhan Batu tahun 2008 (tidak tahu dari berapa ratus peserta ujian saat itu).

Mendapat kesempatan S2 juga dari Kementrian Pendidikan sekaligus juga punya kesempatan studi banding ke Australia.

Saya bukan pintar, hanya beruntung saja. Yang pintar itu adalah orang yang bisa menulis. Sebab saya pernah membaca, sepintar apa pun seseorang, belumlah pintar apabila tidak menulis. Ini jugalah yang mencambukku untuk belajar menulis.

Yup, dulu semasa kuliah, saya bilang kalau saya akan S2 dengan beasiswa dan itu terwujud. Saat mengajar, kumpulan sket dan soal saat mengajar akan jadi buku dan benar terbitlah Inti sari  Bahasa Indonesia SMA yang diterbitkan Kawan Pustaka tahun 2008. Saya bilang saya akan ke luar negeri gratis dan benar tahun 2016 saya ke Singapura dan Australia tanpa biaya, he..he..

Benarkah saya ini peramal ? BUKAN. Saya hanya menuliskan mimpi-mimpi dan melihat mimpi itu akan terwujud. Tapi harus ditulis ya. Tulis dalam jangka panjang, menengah dan pendek. Sungguh ajaib, tulisan itu bagai sayap yang mendorong kita maju mewujudkan mimpi. Seperti menerbitkan buku, sket dan soal yang tadinya di papan tulis saya simpan ke laptop kemudian mencari penerbit. Yang tadinya ingin mendapat beasiswa S2, maka rajin mencari info beasiswa dan belajar apa saja yang harus dipersiapkan untuk beasiswa tersebut.

Kedepannya saya masih bermimpi untuk menjadi instruktur nasional, menulis buku lagi dan berlibur ke asia bersama keluarga kecilku. Ah,....semoga tetwujud.

Terakhir Membeli Buku Tahun 2011


Dulu saya selalu membeli buku sekali sebulan dan bermimpi punya perpustakaan pribadi. Eh, sejak berkeluarga dan mempunyai penghasilan tetap tak pernah lagi membeli buku. Jangankan membeli, membaca saja pun tidak lagi. Sekali setahun, minimal ada dua buku baru dari pelayanan, itu pun tidak pernah tuntas dibaca. Kemarin sewaktu kuliah pasca sarjana buku yang dibeli dan dibaca hanya sekedar memenuhi tugas kuliah saja.

Serasa tiada lagi waktu untuk membaca. Membaca hanya keterpaksaan tugas-tugas mengajar. Membaca tidak lagi menyenangkan. Membaca tidak lagi menyegarkan jiwa.

Itulah lima fakta mengenai saya. O Lord, help me, what You want me to be.







Berkah Media Sosial


Sebenarnya saya sudah menyerah di #day4 kemarin untuk tidak melanjutkan #bpn30blogchallenge ini, tapi ketika membuka sekilas face book, tak sengaja mataku tertuju pada status beliau yang eye cathing berikut dan aku diingatkan lagi dan ini adalah salah satu berkah media sosial,


Besi Menajamkan Besi, Manusia Menajamkan Manusia


Yup, sejak awal penciptaan, manusia itu tidak baik seorang diri maka diberi Tuhanlah Hawa kepada Adam. Hakikat manusia itu mahluk sosial. Maka dari dulu manusia perlu bersosialisasi. Bahkan sampai sekarang pun, media sosial itu diciptakan untuk berkomunikasi. Tidak ada yang salah dengan media sosial, yang salah adalah pemakainya. Sejak dulu pun ada saja penyimpangan bersosialisasi. Jadi, tidak perlu heran bila sekarang pun tetap ada penyalahgunaan media sosial.

Awalnya dulu saya hanya pengguna facebook. Senang rasanya punya dunia baru. Memaksimalkan media sosial adalah bagian yang tak terpisahkan dari ngeblog. Maka mulailah saya menjelajah ke kampung sosial lainnya seperti instagram dan twitter.

Belakangan saya tidak suka lagi buka efbi karena semua teman pada berjualan sehingga saya ingin menguninstallnya. Tapi bukankah saya pun sedang berdagang juga, berdagang ide? Maka saya pun tetap bersilahturahmi dengan tetangga-tetangga maya saya.

Belakangan banyak penyebar hoax maka saya putuskan mendelete mereka. Tapi apakah itu menimbulkan efek jera? Maka saya tetap berteman sambil menahan jari untuk tidak berkomentar. Pasalnya banyak penyebar hoaks itu adalah guru. Maka saya akan laporkan akun mereka bila sudah membahayakan terlebih bila sudah sampai kepada rasisme. Soalnya follower mereka mayoritas siswa dan siswa biasanya belum bisa bernalar tetapi lebih percaya apa kata gurunya. Jadi, saya harus melindungi siswa saya dari paparan rasisme atau radikalisme.

Belakangan konten negatif semakin merajalela maka guru (saya) harus berlomba-lomba menulis konten positif sesuai kebutuhan siswa.

Belakangan ngeblog itu butuh komunitas maka saya menjalin pertemanan dengan berbagai penulis. Selain dapat materi ilmu, materi konsumtif, materi persahabatan, dapat juga materi inspiratif seperti yang saya ceritakan di awal tadi.

Belakangan saya jenuh di dunia maya maka saya harus kembali ke dunia nyata. Harus ambil  waktu-waktu khusus untuk puasa on line.

Belakangan saya butuh curhat maka saya harus pergi ke orang-orang terdekat karena selain telinga, saya juga butuh pelukan mereka.

Belakangan saya sudah letih maka segera saya sudahi ini dulu. Off line.


Sabtu, 24 November 2018

Perlu Setahun Untuk Banner BP


Awal aku berkenalan dengan Blogger Perempuan memang disengajakan. Artinya aku memang berniat bergabung  dengan komunitas blogger sebagai bagian mempratikkan apa yang saya baca bahwa blogger harus masuk dalam komunitas untuk terus belajar dan  juga membangun networking.

Bergabung ke Blogger Perempuan cukup mudah, mendaftar lewat email dan memasang banner. Saya sudah mendaftar tahun 2017 tapi belum bisa memasang banner BP di blog saya. Saya sudah search bagaimana cara memasangnya. Saya sudah otak-atik layout blog, yang ada makin berantakan. Kemudian sehari sebelum #bpn30hariblogchallenge, saya kerja keras lagi memasang banner tersebut di blog ini. Perlu sepuluh kali membaca dan mencobanya.

Lalu apa yang saya dapatkan dengan bergabung di BP

1. Belajar A-Z Dunia Blogging

Sama seperti ide penggagas BP ini supaya anggotanya banyak belajar, maka saya banyak belajar di sini. Ternyata banyak yang harus dipelajari.

Supaya bukan sekedar menulis tetapi bermanfaat. Supaya banyak pembaca, kita harus mencari pembacanya dengan aktif di media sosial. Supaya orang senang berkunjung ke rumah kita, maka blog harus bersih, rapi, indah dan cantik.  Supaya alamat rumahnya mudah ditemukan maka usahakan satu nama untuk blog, face book, instagram dan yang lainnya. Supaya terjalin silahturami dengan tetangga maka harus rajin blogwalking. Supaya para tamu berdatangan di hajatan kita maka adakanlah giveaway. Supaya menghasilkan uang maka blog perlu di monetize dan supaya-supaya yang lain.

Saya sering cemburu melihat blogger  di kota punya kesempatan meet up dan belajar bareng dalam komunitas. Saya ini sangat gaptek, untuk membuat blog pun saya harus dibantu teman meski sudah berulang kali membaca tutorialnya. Jangan heran bila membuat banner BP ini pun perlu setahun, he..he... O,iya, saat ini saya sangat butuh mentor yang menolong saya bisa hijrah ke blog berbayar.

2. Blogwalking        

Banyak berjalan, banyak melihat. Yup, dari blogwalking saya tahu (belum kenal) Mbak Shinta sebagai Co-founders dan Mbak Alaika yang sering ngepost face book. Adminnya juga rajin kirim email update blog post tiap minggunya. Membernya  cukup banyak hampir 4000-an dan mayoritas blogger senior. Itulah sebabnya saya minder dan lebih sering jadi silent reader daripada meninggalkan jejak.

Di dunia nyata pun sebenarnya saya ini introvert. Di sebuah kumpulan saya terbiasa tidak banyak bicara. Kalaupun menyapa, hanya satu dua orang, itu pun dari belakang kerumunan. Saya berhasil juga punya satu dua orang  teman blogger. Dari blogwalking, saya tahu bagaimana membuat atau membeli berbagai pernak-pernik untuk mempercantik rumah mereka seperti canva atau pinterest.

Saya juga sering blogwalking ke blog pemenang lomba menulis. Wajar banget sih mereka menang. Lah saya, menulis lebih dari 1000 kata saja belum pernah. Ada blogger yang bisa minimal satu per hari. Lah saya, ikut #30bpnblogchallenge ini baru beberapa hari saja sudah ngos-ngosan.

3. Mengikuti Lomba Blog

Sekali dua kali ikut juga lomba blog yang ada di BP. Sekali dua kali ikut juga lomba blog per orangan atau giveaway yang sering dibuat blogger untuk menarik pengunjung ke rumah mereka. Sekali dua kali pernah beruntung dan alangkah senangnya mendapatkan hadiah seperti mug keren  di bawah ini.


 Lah, teman-teman, apa yang didapat dari BP?

Kamis, 22 November 2018

Arti Sebuah Nama

Menurut pakar dunia perbloggingan, ada beberapa tips untuk memilih nama blog, yaitu :

Unik maksudnya lain dari yang lain. Tidak umum seperti nama  kebanyakan sehingga para blogger lebih memilih menggunakan nama pribadi masing-masing.

Singkat maksudnya tidak terlalu panjang . Boleh memakai nama lengkap tapi hendaklah tidak lebih dari dua kata. Ada juga yang memakai nama kecil atau panggilan supaya singkat. Bahkan ada juga yang membuat namanya berupa akronim yaitu singkatan beberapa huruf atau kata yang membentuk sebuah kata.

Mudah diucapkan, jangan sampai salah mengucapkan terlebih bila berasal dari bahasa asing. Misalnya pengucapan dairy dan diary.

Mudah diketik, Hati-hati dalam penggunaan tanda baca misalnya penggunaan tanda hubung.

Sesuai tema blog, misalnya bila tema parenting boleh menambahkannya dengan moms, bunda atau emak.

Berdasarkan tips tersebut, saya mencoba menganalisis nama blog saya.

Kita harus menolak pepatah yang mengatakan ‘apalah arti sebuah nama’ ( meski makna sebenarnya adalah untuk merendahkan diri). Setiap nama itu berarti dan  pastinya memberikan harapan tertentu.  Dalam setiap suku juga ada perayaan adat dalam pemberian nama. Lebih dari itu, dalam kepercayaan yang saya anut, nama itu dicatat dalam kitab kehidupan.

Sebagai bunda dan juga guru
Lengkapnya nama saya Hotdiana Nababan. Nababan adalah marga suku Batak. Nababan ini marga yang cukup unik, nama yang tahan banting. Sebab bila dibalikkanpun ia tetap nababan, he...he. Sementara Hotdiana bukanlah diana yang panas seperti yang sering diejekkan teman-teman sejak SMP dulu. Hot sebenarnya dalam bahasa Batak bermakna teguh atau tetap. Ceritanya dulu itu orang tua saya sering bertengkar ( mungkin faktor adaptasi berumah tangga kali ya). Jadi, ketika saya lahir diberi nama hot supaya keluarga  mereka tetap teguh.

1. Hotdiana berdasarkan maknanya sebenarnya unik tetapi justru diana itu adalah nama pasaran, he...he...

2. Diana’s Note sebenarnya sudah cukup singkat tapi sayangnya terlalu singkat sehingga kurang menggambarkan karakter pemiliknya.

3. Nama blog saya cukup mudah diucapkan tapi sebaiknya menghindarkan bahasa asing terlebih penggunaan bentuk jamak.

4. Wah, yang ini berat, cukup sulit juga karena bisa saja lupa mengetikkan tanda apostrop /koma di atas.

5. Belum juga menggambarkan tema blog saya yaitu parenting dan edukasi. Note bisalah menggambarkan catatan seorang guru tetapi untuk parenting? Kira-kira bisalah lah ya bahwa sebagai emak-emak pun banyak yang menjadi note alias catatannya.

Wah, sesuai analisis di atas, maka dapat disimpulkan nama blog saya kurang tepat. Wah, bubar...bubar...😀


Tulislah Apa Yang Mau Kau Tulis


Tulislah Apa Yang Mau Kau Tulis

“Bu, nggak tahu lagi apa yang mau ditulis”, seru seorang siswa yang menyerah di menit terakhir batas pengerjaan tugas menulis sebuah paragraf tentang apa saja sebagai bentuk pemanasan sebelum belajar kalimat efektif.

“Tulis saja apa yang ingin kau tulis. Lihat jendela tulis jendela, lihat temanmu tulis temanmu, atau lihat Ibumu yang cantik tulislah tentang ibu, satu paragraf saja,” jelasku mengulangi.

“Tetap saja belum bisa Bu” serunya lagi pasrah.

“Kalau begitu tulis sajalah, hari ini kami disuruh guru menulis tentang apa saja dalam satu paragraf. Menurutku itu aneh. Teman-teman sibuk berpikir dan menulis, sementara aku belum tahu apa yang harus kutuliskan. Sementara waktu yang diberikan sudah habis, aku hanya bisa menuliskan ini. Kan sudah satu paragraf?”, tantangku padanya dan dia pun tersenyum malu-malu.

Bagiku menulis adalah menulis tentang apa saja. Apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa. Jangan risau apakah nanti dimengerti orang lain, karena saat menulis kita berlatih menertibkan pikiran dan dari kebiasaan tertib pikiran maka lisan pun akan tertib. Soalnya kita terbiasa berpikir atau pakai otak saat menulis, tetapi kalau bicara bisa keluar begitu saja tanpa berpikir.

Menulis tentang apa saja yang kita rasakan. Karena kita seorang ibu, kita merasakan seorang ibu, makanya kita pun menulis tengtang apa saja sebagai ibu. Karena kita melihat Danau Toba, merasakan Danau Toba, maka kita pun menulis tentang Danau Toba.

Karena kita mendengar tsunami di Palu, kita penasaran apa itu tsunami, lalu kita mencari tahu, lalu kita membaca. Lalu kita menuliskan apa yang kita dengar dan yang kita tahu. Apa yang masuk ke pikiran itu yang kita keluarkan lewat tulisan. Orang luar bilang GIGO, garbage in, garbage out. Sampah yang masuk, sampah yang keluar tetapi ‘emas yang masuk, emas yang keluar’.

Kupilih Yang Kusuka

1. Pendidikan
Tentu karena aku seorang guru, maka pendidikan adalah yang utama kupilih.
Tentang perkembangan terbaru dunia pendidikan atau isu-isu mutakhir pendidikan seperti :
1. Kecakapan abad 21
2. Literasi
3. Pendidikan karakter
4. Pembuatan soal HOTS
5. Revolusi industri 4.0

Awalnya dulu saya ingin membuat blog ‘all about Bahasa Indonesia’. RPP, materi, soal, jawaban pelajaran bahasa Indonesia SMA. Terinspirasi dari buku saya yang terbit di 2008, Inti Sari Bahasa Indonesia SMA, yang diterbitkan Kawan Pustaka, Jakarta. Buku ini pun dulu terbit dari kumpulan sketsa saya mengajar di kelas. 

Karena saya sekarang sedang mengumpulkan soal-soal UN dan SMPMB bahasa Indonesia, saya juga berniat membuat blog kumpulan soal dan pembahasan Ujian Nasional bahasa Indonesia. Selain itu saya punya metode-metode yang sering saya terapkan saat mengajar. Misalnya penulisan daftar pustaka. Siswa cukup sulit mengingat ataurannya bila mencontohkan penulis atau buku yang tidak dekat dengan mereka, misalnya Aji Septiaji, Bahasa Indonesia X. Tetapi mereka cepat mengingat aturan menulis daftar pustaka tersebut bila kita mencontohkan nama mereka sendiri seperti Yose Siagian dengan judul buku Cintaku Bersemi di Kelas Hijau.

2. Parenting
Pastinya, karena saya adalah seorang ibu. Pergulatan mengurus dan mendidik tiga orang putri membuatku banyak membaca parenting. Bagaimana semasa hamil, menyusui, mendidik kemandirian dan sebagainya. Ada banyak teori dasar mendidik, tetapi menjadi kaya karena setiap anak unik, setiap anak berbeda. Mungkin karena kepenatan yang dirasa, semua emak-emak akan senang bila disuruh curhat tentang anak mereka masing-masing dan semua cerita itu akan memperkaya pengalaman bagaimana mendidik anak.

3. Blogging
Berhubung saya masih terus belajar dunia blogging ini, maka saya rajin mengumpulkan atau mengarsipkan semua hal tentang blogging. Walau kadang belum sempat semua dibaca dan dipraktikkan. Dari sana saya belajar bagaimana cara membuat nama blog atau cara memasang banner. Saya juga sedang belajar bagaimana membuat ilustrasi dengan canva  atau pinterest misalnya. Sekarang juga saya sedang belajar menjajaki bagaimana saya beralih dari blog gratis ke blog berbayar.

Meski saya belum pernah menulis tentang blog, saya yakin dari kegemaran mengarsipkan dan membaca 'all about blogging' akan membawa saya menjadi blogger di kotaku, blogger Rantauprapat.

Selain ketiga topik yang saya suka di atas, ada juga topik yang saya tidak suka karena topik tersebut cukup sulit menurut saya. Life style, travelling, kuliner dan juga review produk adalah tema yang saya rasa cukup sulit padahal justru tema tersebut banyak menghasilkan uang sekarang ini.

Kalau teman-teman, tema apa yang paling disukai?